Breaking News

INTERNASIONAL Paus Fransiskus: Eskalasi Perang di Lebanon Tidak Dapat Diterima 26 Sep 2024 23:08

Article image
Paus Fransiskus. (Foto: AP)
Paus mendesak masyarakat internasional untuk melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk menghentikan pertempuran di Lebanon dan mengupayakan perdamaian dunia.

KOTA VATIKAN, IndonesiaSatu.co Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, menyatakan eskalasi pertempuran di Lebanon benar-benar “tidak dapat diterima" karena serangan dan pengeboman menimbulkan kehancuran dan korban jiwa.

Disitir dari Vatican News, Kamis (26/9/2024), hal itu disampaikan Paus Fransiskus dalam audiensi umum di Lapangan Basilika Santo Petrus, Kota Vatikan, Rabu (25/9/2024).

Pada kesempatan itu, Paus mendesak masyarakat internasional untuk melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk menghentikan pertempuran di Lebanon.

Meski tidak menyebut pihak yang terlibat dalam pertempuran, baik Israel maupun Hizbullah, Paus Fransiskus menegaskan ia sungguh "sedih dengan berita dari Lebanon dalam beberapa hari terakhir bahwa pengeboman telah menyebabkan banyak kehancuran dan banyak korban".

Pemimpin Gereja Katolik berusia 87 tahun itu, tampil dalam kondisi yang cukup baik di hadapan para hadirin, setelah terkena flu ringan beberapa hari sebelumnya.

Paus Fransiskus mengajak umat yang hadir dalam audiensi untuk berdoa bagi semua korban perang di berbagai belahan dunia, khususnya di Lebanon, Palestina, Ukraina, Myanmar, dan Sudan. Ia menyebut para korban perang sebagai martir dan mendesak para pemimpin dunia agar mengupayakan perdamaian.

Paus juga meminta peserta audiensi untuk mendoakan lawatan apostoliknya ke Luksemburg dan Belgia, yang dimulai hari ini, Kamis (26/9/2024).

Kunjungan Paus ke dua negara kecil di Eropa itu merupakan perjalanan apostolik ke-46 dan hanya berselang sekitar dua minggu setelah ia kembali dari lawatan apostolik selama 12 hari di empat negara di Asia Tenggara dan Oseania, yakni Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

--- Hendrik Penu