Breaking News

EKONOMI Pemerintah Terbitkan ORI029-T3 dan ORI029-T6, Tawarkan Dua Tenor hingga Kupon 5,80% 27 Jan 2026 13:51

Article image

JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerbitkan dua seri Obligasi Negara Ritel (ORI), yakni ORI029-T3 dan ORI029-T6, yang ditawarkan secara daring melalui sistem e-SBN.

Masa penawaran ORI029 dibuka mulai Senin (26/1/2026) pukul 09.00 WIB dan akan berlangsung hingga 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan Novi Puspita Wardani mengatakan, pemerintah menawarkan dua pilihan tenor untuk memberikan fleksibilitas kepada investor ritel dalam mengelola portofolio investasinya.

“Kami menawarkan dua tenor sekaligus sehingga investor bisa memilih, baik yang menginginkan tenor lebih pendek maupun tenor lebih panjang dengan kupon yang lebih tinggi,” ujar Novi dalam konferensi pers, Senin (26/1/2026).

ORI029-T3 ditawarkan dengan tenor 3 tahun dan kupon tetap (fixed rate) sebesar 5,45% per tahun. Sementara itu, ORI029-T6 memiliki tenor 6 tahun dengan kupon tetap 5,80% per tahun.

Penetapan hasil penjualan ORI029 dijadwalkan pada 23 Februari 2026, dengan tanggal setelmen 25 Februari 2026. Pemerintah menetapkan minimum pembelian ORI sebesar Rp1 juta, dengan batas maksimal Rp5 miliar untuk tenor 3 tahun dan Rp10 miliar untuk tenor 6 tahun.

Novi menambahkan, pembayaran kupon dilakukan secara bulanan setiap tanggal 15. Khusus bagi investor ORI029, kupon pertama akan dibayarkan pada 15 April 2026.

Lebih lanjut, Novi menjelaskan ORI029 merupakan Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik setelah melewati masa minimum kepemilikan (holding period).

“Karena bisa diperdagangkan, ORI memiliki potensi capital gain apabila dijual pada harga yang lebih tinggi dari harga perolehan. Selain itu, ORI juga mudah diakses karena pembelian dapat dilakukan kapan saja selama masa penawaran dan dari mana saja melalui aplikasi maupun website,” jelasnya. ***

--- Sandy Javia

Komentar