KEUANGAN Penanganan dan Pemulihan Bencana 2026, BNPB Usul Tambahan Anggaran Rp 5,67 Triliun ke Kemenkeu 08 Sep 2026 16:57
"Mungkin dalam waktu dekat ini kami mengusulkan sekitar Rp 5.676.326.378.193," kata Sekretaris Utama BNPB Rustian.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengusulkan tambahan anggaran untuk penanganan sekaligus pemulihan pascabencana di berbagai daerah pada tahun 2026 senilai Rp 5,6 triliun ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Di tahun 2026 ini sedang berproses usulan penambahan Dana Siap Pakai (DSP) kepada Kementerian Keuangan. Mungkin dalam waktu dekat ini kami mengusulkan sekitar Rp 5.676.326.378.193," kata Sekretaris Utama BNPB Rustian, dalam konferensi pers daring, pada Selasa (9/8/2026).
Rustian menjelaskan, pada tahun anggaran 2026, BNPB mengelola pagu anggaran reguler sebesar Rp 1.055.134.253.000 (Rp 1,05 triliun).
"Perlu kami sampaikan untuk tahun 2026, anggaran BNPB senilai 1.055.134.253.000 Rupiah, yang terdiri dari 490.962.057.000 dan 564.171.296.000," bebernya.
Selain itu, BNPB juga mendapatkan tambahan dukungan anggaran yang digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi hunian rusak berat.
"Diberikan anggaran dukungan senilai Rp 26.886.951.000 sehingga total anggaran BNPB senilai Rp 1.082.021.204.000," imbuh dia.
Rustian mengatakan, BNPB sebelumnya juga telah menerima kucuran Dana Siap Pakai tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
"Selain dana rutin, ditambah dengan anggaran percepatan rehab-rekon dan juga BNPB punya dana khusus di dalam penanganan kebencanaan ini, dana siap pakai namanya, sudah kami terima Rp 4.626.112.811.000," ujarnya.
Dengan demikian, total akumulasi anggaran BNPB tahun 2026 senilai Rp 5.704.038.721.000 (Rp 5,7 triliun).
Rustian juga mengungkapkan adanya penambahan anggaran untuk tahun 2027. Pemerintah telah menyetujui pagu awal BNPB sebesar Rp 1,12 triliun, di mana anggaran tersebut telah mencakup alokasi khusus percepatan pemulihan pascabencana senilai Rp 126 miliar untuk tiga provinsi di Sumatera.
"Di 2027 kami dapat pendukung percepatan rehab-rekon di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat senilai Rp 126.246.492.000 Rupiah sehingga total anggaran tahun 2027 senilai Rp 1.129.316.809.000," ujar Rustian.
--- Guche Montero
Komentar