REGIONAL Perkuat Ekonomi Sektor Pertanian dan Ketahanan Iklim, 12 Kabupaten di NTT Dapat Pendanaan Proyek dari Green Climate Fund 11 Jul 2025 20:09
Gubernur Melki menekankan pentingnya percepatan tindak lanjut teknis agar proyek ini segera dieksekusi.
KUPANG, IndonesiaSatu.co-– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat virtual membahas pendanaan Green Climate Fund (GCF) untuk proyek penguatan ketahanan iklim bagi petani di NTT.
Rapat yang digelar pada Kamis (10/7/2025) di Ruang Rapat Gubernur NTT tersebut melibatkan berbagai pihak penting di antaranya Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma; para pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT, Sekretaris Daerah NTT, 12 Bupati dari kabupaten penerima proyek, perwakilan dari National Designated Authority (NDA) Kementerian Keuangan, dan United Nations Development Programme (UNDP).
Proyek yang diusulkan tersebut akan mendapatkan hibah dari GCF dan diimplementasikan oleh UNDP di 12 kabupaten di NTT.
Adapun 12 Kabupaten penerima proyek tersebut yakni: Alor, Flores Timur, Lembata, Sikka, Ende, Manggarai Barat, Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.
Team Leader ad interim for Risk, Resilience, and Governance Unit UNDP Indonesia, Siprianus Bate Soro, menjelaskan bahwa proyek dengan anggaran jutaan Dollar itu akan menyasar sekitar 45.000 rumah tangga petani selama enam tahun.
"Proyek ini bertujuan memperkuat kebijakan sektor pertanian dan mengembangkan aneka komoditas strategis yang tahan terhadap perubahan iklim," kata Siprianus.
Sementara itu, Programme Research Manager UNDP, Budi Gunawan, memaparkan rincian komoditas yang akan dikembangkan di masing-masing kabupaten yakni:
– Alor: padi, kopi arabika dan robusta, kelapa.
– Flores Timur: padi, kopi arabika dan robusta, kelapa, kakao.
– Lembata: padi, kelapa.
– Sikka: padi, kelapa, jambu mete, kakao.
– Ende: kopi robusta, kelapa, jambu mete.
– Manggarai Barat: kopi robusta.
– Kupang: padi.
– TTS: padi.
– Sumba Barat: jagung.
– Sumba Barat Daya: jagung, kelapa, jambu mete.
– Sumba Tengah: jagung, jambu mete.
– Sumba Timur: jagung, kelapa, jambu mete.
Budidaya Inovatif dan Tahan Iklim
Gubernur Melki Laka Lena mengatakan bahwa proyek tersebut diharapkan menghasilkan lingkungan yang mendukung dan kerangka kelembagaan untuk pengelolaan pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim. Selain itu, proyek ini juga bertujuan meningkatkan ketahanan iklim mata pencaharian petani kecil melalui praktik budidaya inovatif dan tahan iklim, serta meningkatkan akses petani terhadap keuangan dan pasar.
Gubernur Melki menekankan pentingnya percepatan tindak lanjut teknis agar proyek ini segera dieksekusi.
Sementara Wakil Gubernur Johni Asadoma menambahkan harapan agar seluruh pendanaan berasal dari UNDP dan Kementerian Keuangan tanpa membebani APBD.
"Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketahanan pangan dan ekonomi petani di NTT," harap Wagub Johni.
--- Guche Montero
Komentar