NASIONAL Presiden Prabowo Beri Arahan untuk 800 Pati TNI/Polri di Istana 08 Oct 2026 11:53
Agus menyebut acara ini sebagai ajang untuk menyampaikan kondisi dan perkembangan yang dihadapi negara kepada para perwira TNI dan Polri.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (7/10/2026), mengumpulkan 800 perwira tinggi (Pati) TNI/Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa pada kesempatan itu Presiden Prabowo memberi arahan untuk memperkuat sinergi demi menghadapi dinamika dan tantangan masa depan.
"Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan," kata Agus seperti dikutip melalui Puspen TNI pada Rabu (7/10/26).
Agus menyebut acara ini sebagai ajang untuk menyampaikan kondisi dan perkembangan yang dihadapi negara kepada para perwira TNI dan Polri.
"Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan negara," ucap Prabowo.
Arahan Prabowo tersebut sekaligus menjadi forum strategis dalam menyelaraskan pemahaman jajaran TNI dan Polri terhadap perkembangan dan tantangan nasional.
Selain itu, moment itu untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan tugas di seluruh Indonesia.
Sistem Rekrutmen
Sementara itu, Menko Polkam Dudung Abdurahman usai mendengarkan arahan Presiden Prabowo, menyebut rekrutmen prajurit TNI/Polri ke depan takkan hanya melihat dari segi fisik tapi juga aspek intelektual.
"Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik tetapi adalah intelektual," kata Dudung.
Dudung bahkan menyinggung bahwa tidak menjadi masalah bagi mereka yang mengenakan kacamata tetapi memiliki intelektualitas tinggi.
Ia mengatakan, Presiden Prabowo meminta agar TNI/Polri adaptif terhadap perkembangan zaman ke depan.
"Karena tantangan ke depan (perang), perang hibrid dengan drone dan sebagainya, sehingga itu yang menjadi konsen dariPresiden," ucap Dudung.
Selain itu, Dudung mengatakan situasi global hari ini juga tidak menentu dan memerlukan peningkatan profesionalisme prajurit ke depannya.
"Bagaimana proses profesionalisme prajurit harus ditingkatkan, baik pendidikan maupun latihan. Jadi itu yang menjadi sentralnya menurut saya," tandasnya.
--- Guche Montero
Komentar