INTERNASIONAL Presiden Trump Temui Pasukan Elite Penangkap Maduro 17 Feb 2026 18:19
Pertemuan di Fort Bragg, North Carolina, merupakan kali pertama Trump membahas senjata rahasia itu di tempat terbuka.
FORT BRAGG, IndonesiaSatu.co-- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Jumat (13/2/2026) menemui pasukan elite AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sembari membahas senjata rahasia discombobulator.
Pertemuan di Fort Bragg, North Carolina, merupakan kali pertama Trump membahas senjata rahasia itu di tempat terbuka.
Presiden ke-47 AS itu menyebut perangkat misterius tersebut mampu melumpuhkan sistem pertahanan Rusia dan China di medan laga.
“Mereka bahkan membicarakan tentang discombobulator karena mereka tidak pernah dapat menembak,” kata Trump kepada para prajurit di pangkalan tersebut, dikutip dari South China Morning Post pada Sabtu (14/2/2026) melansir Kompas.co.
Komentar Trump mengacu pada tidak berfungsinya mayoritas sistem pertahanan Venezuela selama serangan 3 Januari 2026 lalu.
"Peralatan Rusia tidak berfungsi. Peralatan China tidak berfungsi. Semua orang mencoba mencari tahu mengapa itu tidak berfungsi. Suatu hari nanti Anda akan mengetahuinya, tetapi tidak akan bisa,” lanjut Trump.
Pada kesempatan itu, Trump hadir didampingi istrinya, Melania,kemudian bertemu pasukan khusus yang terlibat langsung dalam operasi di Venezuela dan keluarga mereka.
“Malam itu, seluruh dunia menyaksikan kemampuan penuh militer AS,” kata presiden. Itu sangat tepat, sangat luar biasa,” kata Trump.
Adapun Operasi militer AS di Venezuela berlangsung pada 3 Januari, melibatkan pengerahan pasukan elite Delta Force ke ibu kota Venezuela, Caracas.
Pasukan AS menyerbu menggunakan helikopter di bawah kegelapan malam dan menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dari kompleks yang dijaga ketat.
Otoritas Venezuela menyatakan bahwa 83 orang tewas dan lebih dari 112 lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Serangan itu diawali dengan pemboman terhadap sejumlah target militer Venezuela sebelum pasukan darat dikerahkan. Tidak ada anggota militer Amerika Serikat yang tewas dalam operasi tersebut.
Trump mengatakan, tiga pilot helikopter mengalami luka dalam misi itu. Maduro kini ditahan di New York dan menghadapi tuduhan perdagangan narkoba serta berbagai kejahatan lainnya. Namun, Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut.
Sidang pengadilan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret 2026 di New York.
Sebelumnya, Trump sempat menyebut discombobulator dalam wawancara dengan NBC News, tanpa memberikan rincian teknis mengenai perangkat tersebut.
“Saya tidak diizinkan untuk membicarakannya,” kata Trump dalam wawancara itu.
“Tapi saya akan beri tahu Anda, tahukah Anda apa fungsinya? Tidak satu pun peralatan mereka berfungsi, itulah fungsinya. Semuanya menjadi kacau,” kata Trump.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai spesifikasi atau bentuk teknologi yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.
Istilah discombobulator sendiri digunakan Trump untuk menggambarkan kemampuan yang disebutnya membuat sistem pertahanan lawan tidak dapat berfungsi saat operasi berlangsung.
--- Guche Montero
Komentar