INTERNASIONAL Hadapi Ancaman Trump ke Greenland, Presiden Prancis Minta Solidaritas Eropa Lindungi Kedaulatan 30 Jan 2026 18:39
Aksi Solidaritas Eropa ini terjadi ketika Prancis bersiap untuk memperkuat kehadiran diplomatiknya di kawasan tersebut.
PARIS, IndonesiaSatu.co-- Presiden Prancis, Emmanuel Macron, meminta Eropa harus bangkit dan fokus melindungi kedaulatan menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mencaplok Greenland.
Presiden Macron mengutarakan pernyataan itu saat konferensi pers bersama usai bertemu Perdana Menteri Mette, Frederiksen dan PM Greenland, Jens Frederik Nielsen pada Rabu (28/1/2026).
"Kebuntuan dengan AS soal Greenland menjadi peringatan strategis bagi Eropa. Kebangkitan Eropa harus fokus memproteksi kedaulatan," kata Presiden Macron, dikutip Euro News dari CNN.
"Harus fokus ke penegasan kedaulatan Eropa kita, pada kontribusi kita terhadap keamanan Arktik, pada perjuangan melawan campur tangan asing dan disinformasi, dan pada perjuangan melawan pemanasan global," lanjutnya.
Presiden acron bertemu dengan Frederiksen dan Nielsen sebagai bentuk dukungan atas ancaman Trump.
Dalam pertemuan itu, mereka membahas tantangan keamanan di Arktik, pembangunan ekonomi dan sosial Greenland, yang siap didukung Prancis serta Uni Eropa.
Frederiksen, dalam kesempatan tersebut, mengatakan bahwa Eropa perlu membela diri.
"Saya pikir Eropa sudah belajar beberapa pelajaran selama beberapa minggu terakhir," kata dia.
Frederiksen juga menyoroti perang penting Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
"NATO akan memainkan peran penting di Arktik," katanya.
Sementara itu, Nielsen menekankan dimensi politik dan ideologis dari kerja sama dengan Paris.
"Kemitraan antara Prancis dan Greenland tidak hanya menyangkut pulau itu, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama membela 'nilai-nilai demokrasi'," kata Nielsen.
Aksi Solidaritas Eropa ini terjadi ketika Prancis bersiap untuk memperkuat kehadiran diplomatiknya di kawasan tersebut.
Paris berencana membuka konsulat di Nuuk, ibu kota wilayah semi-otonom Denmark, pada 6 Februari mendatang.
--- Guche Montero
Komentar