Breaking News

INTERNASIONAL Rusia Ajukan Resolusi Gencatan Senjata di Timur Tengah, AS Langsung Veto di PBB 12 Mar 2026 12:20

Article image
Rusia Ajukan Resolusi Gencatan Senjata di Timur Tengah. (Foto: Ist)
Resolusi yang diajukan Rusia tersebut menyerukan penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah dan mengecam serangan terhadap warga sipil.

WASHINGTON, IndonesiaSatu.co-– Amerika Serikat (AS) langsung memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang diusulkan Rusia terkait seruan gencatan senjata di Timur Tengah. Pemungutan suara tersebut berlangsung pada Rabu (11/3/2026).

Resolusi yang diajukan Rusia tersebut menyerukan penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah dan mengecam serangan terhadap warga sipil.

Laporan kantor berita Rusia, RIA Novosti, menyebutkan bahwa rancangan dokumen itu tidak berhasil disahkan karena veto dari Amerika Serikat. Latvia juga memberikan suara menolak resolusi tersebut.

Sementara itu, sembilan negara anggota Dewan Keamanan memilih abstain. Empat negara anggota lainnya memberikan dukungan terhadap rancangan resolusi yang diajukan Rusia.

Dokumen yang disusun Rusia tersebut meminta semua pihak yang terlibat konflik segera menghentikan permusuhan di Timur Tengah dan wilayah sekitarnya.

Rancangan itu juga mengecam seluruh serangan terhadap warga sipil, sebagaimana diberitakan Antara, Kamis (12/3/2026). 

Selain itu, resolusi tersebut menyerukan semua pihak yang terlibat dalam eskalasi konflik untuk kembali menempuh jalur diplomasi. 

Namun, dokumen tersebut tidak secara spesifik menyebutkan negara mana pun sebagai pihak yang dimaksud.

Resolusi itu juga menekankan pentingnya menjamin keamanan semua negara di kawasan Timur Tengah dan wilayah sekitarnya.

Dalam bagian pembuka, Dewan Keamanan PBB menyampaikan kesedihan atas jatuhnya korban jiwa dalam konflik tersebut. Dokumen itu juga menegaskan kembali larangan penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah suatu negara. 

Sebelumnya, pada hari yang sama, Dewan Keamanan PBB telah mengesahkan resolusi lain yang diajukan Bahrain. Resolusi tersebut berisi tuntutan agar Iran menghentikan serangan terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk.

Sebanyak 13 negara anggota Dewan Keamanan memberikan suara mendukung resolusi tersebut. Sementara itu, Rusia dan China memilih abstain dalam pemungutan suara. 

Diketahui, resolusi tersebut mengecam serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania. 

Dokumen itu juga menuntut agar Iran segera menghentikan serangan terhadap negara-negara tersebut.

Namun, menurut laporan koresponden RIA Novosti, resolusi tersebut tidak menyebutkan serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. 

Resolusi itu juga tidak memuat seruan agar kedua negara tersebut menghentikan operasi militernya terhadap Republik Islam Iran.

--- Guche Montero

Komentar