REGIONAL Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo, AWK Minta Pendataan Harus Menyeluruh dan Akurat 18 Aug 2026 10:22
"Yang paling penting sekarang adalah keselamatan masyarakat. Data harus jelas, kebutuhan masyarakat harus diketahui dan pemerintah harus bergerak cepat. Kita akan terus mendorong agar penanganan ini tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi berlanjut samp
MBAY, IndonesiaSatu.co-- Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelius Wake Kako (AWK), menyalurkan bantuan paket sembako untuk masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo.
Bantuan sembako berupa beras, terpal, telur ayam, mi instan dan sejumlah kebutuhan dasar lainnya tersebut diserahkan melalui relawan di Kabupaten Nagekeo untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga terdampak yang membutuhkan.
Senator AWK mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian tanggap darurat kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana gempa.
“Bantuan ini memang tidak seberapa. Ini adalah bantuan awal dan ke depan akan terus kita upayakan untuk disalurkan melalui relawan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar AWK.
AWK mengatakan, kebutuhan masyarakat terdampak gempa bukan hanya makanan, tetapi juga tempat berlindung serta kebutuhan dasar lainnya, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan masih memilih mengungsi karena khawatir terhadap gempa susulan.
AWK juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir secara langsung untuk menyapa dan melihat kondisi masyarakat terdampak di Nagekeo.
“Mohon maaf saya belum bisa hadir secara langsung untuk menyapa masyarakat. Namun, perhatian dan komunikasi terhadap kondisi masyarakat terus kita lakukan. Bantuan awal ini kita salurkan melalui relawan dan akan terus diupayakan,” katanya.
Terus Koordinasi dengan Pemerintah
Senator AWK berkomitmen, dirinya akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah pusat agar penanganan masyarakat terdampak gempa dapat dilakukan secara cepat dan menyeluruh. Menurutnya, penanganan bencana harus dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pendataan kerusakan, assesmen bangunan, pelayanan kesehatan, penyediaan tempat tinggal sementara hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kita terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Harapannya, penanganan pascagempa ini bisa segera dilakukan secara serius dan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi,” ujarnya.
Dorong Pendataan Kerusakan Secara Menyeluruh
Selain bantuan kebutuhan dasar, AWK meminta pemerintah daerah memastikan seluruh dampak gempa didata secara menyeluruh dan akurat. Pendataan dimaksud mencakup rumah warga yang rusak, fasilitas umum, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta kondisi masyarakat yang terdampak.
“Semua dampak akibat gempa harus didata dengan baik. Rumah-rumah yang rusak harus dicatat, termasuk kondisi masyarakat yang terdampak. Jangan sampai ada warga yang terdampak tetapi tidak masuk dalam pendataan,” ujarnya.
Menurut AWK, data yang akurat sangat penting karena akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebutuhan bantuan serta program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sementara itu, masyarakat Nagekeo dan wilayah Flores diminta tetap waspada terhadap aktivitas gempa susulan.
BMKG mencatat gempa utama berkekuatan M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo.
BMKG kemudian mencatat ratusan aktivitas gempa susulan setelah gempa utama tersebut. Hingga pukul 14.00 WIB pada 15 Agustus, BMKG mencatat 235 aktivitas gempa susulan, termasuk 23 kejadian dengan magnitudo di atas 5 dan 59 gempa yang dirasakan masyarakat.
Aktivitas gempa masih tercatat setelah kejadian utama. Pada 17 Agustus 2026, misalnya, BMKG mencatat gempa M5,4 sekitar 46 kilometer barat laut Nagekeo pada pukul 10.36 WIB dan gempa M5,1 sekitar 41 kilometer barat laut Nagekeo pada pukul 10.48 WIB. Kedua gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami, namun BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.
Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau tidak panik, tetapi tetap memperhatikan informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah. Bagi warga yang berada di bangunan yang mengalami kerusakan juga perlu mengutamakan keselamatan dan tidak kembali ke bangunan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Percepat Pemulihan
Senator AWK berharap pemerintah tidak hanya fokus pada masa tanggap darurat, tetapi segera mempersiapkan langkah pemulihan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan ketersediaan pangan, air bersih, tempat tinggal sementara, pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. Setelah proses assesmen selesai, pemerintah juga perlu menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi bagi rumah maupun fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan masyarakat. Data harus jelas, kebutuhan masyarakat harus diketahui dan pemerintah harus bergerak cepat. Kita akan terus mendorong agar penanganan ini tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi berlanjut sampai masyarakat benar-benar pulih,” kata AWK.
AWK juga menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban serta seluruh masyarakat yang mengalami kerugian akibat bencana gempa bumi tersebut.
“Saya menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Kepada seluruh masyarakat, tetap waspada dan selalu mencari lokasi yang aman,” ajaknya.
--- Guche Montero
Komentar