Breaking News

KEUANGAN Sentimen Positif Guyur BEI: IHSG Perkasa di 7.458, Nilai Transaksi Harian Tembus Rp17,32 Triliun 13 Apr 2026 11:01

Article image
Sejalan dengan reli IHSG, kapitalisasi pasar di BEI melonjak sebesar 7,18% dalam sepekan. Nilai market cap kini mencapai Rp13.189 triliun, meningkat dari posisi pekan lalu yang tercatat sebesar Rp12.305 triliun.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa gemilang sepanjang periode perdagangan 6—10 April 2026. Indeks komposit berhasil menguat signifikan sebesar 6,14% dan parkir di level 7.458,496, naik dari posisi penutupan pekan sebelumnya di level 7.026,782.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa seluruh data perdagangan saham selama sepekan ditutup di zona hijau. Kenaikan ini turut mendorong kapitalisasi pasar ( market cap) bursa domestik ke level tertinggi baru.

Sejalan dengan reli IHSG, kapitalisasi pasar di BEI melonjak sebesar 7,18% dalam sepekan. Nilai market cap kini mencapai Rp13.189 triliun, meningkat dari posisi pekan lalu yang tercatat sebesar Rp12.305 triliun. Penambahan nilai sebesar Rp884 triliun ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap emiten-emiten berkapitalisasi besar (big caps).

Lonjakan Aktivitas Transaksi Harian

Geliat pasar modal pekan ini juga ditandai dengan kenaikan aktivitas perdagangan yang sangat agresif. Berikut adalah rincian rata-rata statistik harian BEI:

  • Rata-rata Volume Transaksi: Naik 24,81% menjadi 32,28 miliar lembar saham (vs 25,87 miliar pekan lalu).

  • Rata-rata Nilai Transaksi: Melesat 17,26% menjadi Rp17,32 triliun per hari (vs Rp14,77 triliun pekan lalu).

  • Rata-rata Frekuensi Transaksi: Meningkat 15,05% menjadi 2,05 juta kali transaksi per hari.

Dinamika Investor Asing

Meski IHSG melesat, tren aliran modal asing menunjukkan pergerakan yang variatif. Pada perdagangan Jumat (10/4), investor asing memang mencatatkan nilai beli bersih (net buy) yang masif sebesar Rp193,87 triliun di seluruh pasar.

Namun, secara akumulatif sepanjang tahun berjalan ( year-to-date), investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp37,14 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan posisi pekan lalu yang sebesar Rp33,83 triliun, mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) dari investor global di tengah tren penguatan indeks.

Kenaikan tajam IHSG hingga melampaui level 7.400 diprediksi akan memicu konsolidasi sehat pada awal pekan depan. Pelaku pasar akan tetap mencermati data makroekonomi domestik serta dampak penguatan rupiah di tengah fluktuasi harga komoditas global untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya di kuartal II/2026. ***

--- Sandy Javia

Komentar