KEUANGAN BRI Alihkan Kepemilikan Manajer Investasi ke Danantara, Langkah Strategis Perkuat Aset Nasional 10 Apr 2026 12:41
Aksi korporasi ini merupakan bagian dari mandat besar pemerintah dalam melakukan konsolidasi pengelolaan investasi nasional di bawah naungan Danantara.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melakukan langkah strategis dengan mengalihkan kepemilikan dua entitas manajemen investasinya, PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) dan PT PNM Investment Management (PNM-IM), kepada PT Danantara Asset Management (DAM).
Aksi korporasi ini merupakan bagian dari mandat besar pemerintah dalam melakukan konsolidasi pengelolaan investasi nasional di bawah naungan Danantara. Berdasarkan keterbukaan informasi pada 2 April 2026, transaksi tersebut diawali dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) pada 1 April 2026.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan menciptakan ekosistem pengelolaan aset yang lebih terintegrasi dan berdaya saing global. "Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan sesuai agenda jangka panjang Indonesia," ungkap Dhanny dalam keterangan tertulis.
Pengalihan kepemilikan ini mencakup dua transaksi utama dengan nilai total mencapai Rp1,32 triliun:
-
BRI Manajemen Investasi (BRI-MI): BRI melepas 19.500.000 lembar saham atau setara 65% kepemilikan kepada Danantara dengan nilai transaksi sebesar Rp975 miliar.
-
PNM Investment Management (PNM-IM): PT Permodalan Nasional Madani (PNM), selaku anak usaha BRI, mengalihkan 109.999 lembar saham atau setara 99,99% kepemilikan dengan nilai transaksi Rp345 miliar.
Visi "Investment Champion" Danantara
PT Danantara Asset Management (DAM) selaku holding operasional memproyeksikan penggabungan ini akan melahirkan entitas asset management champion yang memiliki daya saing kuat melalui inovasi produk dan layanan. Sinergi ini diharapkan dapat melengkapi kapabilitas pengelolaan portofolio efek untuk kepentingan nasabah ritel maupun kolektif secara lebih optimal.
Manajemen memastikan bahwa transaksi afiliasi ini telah mematuhi aspek tata kelola dan regulasi yang berlaku, khususnya POJK No. 42/2020.
Dampak pada Industri Keuangan
Konsolidasi ini menandai babak baru dalam pengelolaan dana publik di bawah kendali Danantara. Bagi BRI, langkah ini memungkinkan perseroan untuk lebih fokus pada bisnis inti perbankan mikro dan konsumer, sembari tetap mendukung penguatan infrastruktur pasar modal nasional melalui entitas yang kini lebih ramping dan terfokus.
Langkah konsolidasi ini berpotensi mengubah peta persaingan Market Share AUM (Asset Under Management) di industri manajer investasi Indonesia secara signifikan. Apakah Anda ingin saya buatkan draf "Analisis Peta Kekuatan Manajer Investasi Pasca-Konsolidasi Danantara: Siapa Penguasa Baru AUM Nasional?" untuk ulasan mendalam Anda?
--- Sandy Javia
Komentar