INTERNASIONAL Indonesia dan Prancis Dorong Solusi Dua Negara untuk Akhiri Konflik Israel-Palestina 29 May 2026 15:16
Prabowo: Indonesia tetap berpandangan bahwa tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara dan tanpa keadilan bagi rakyat Palestina.
PARIS, IndonesiaSatu.co -- Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia dan Prancis memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya penerapan solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Palestina dan Israel.
Dilansir Antara, Jumat (29/5/2026), hal itu disampaikan Prabowo ketika bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Macron sepakat bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah merupakan kepentingan bersama yang krusial, terutama berkaitan dengan dampaknya terhadap ketahanan energi dunia dan rantai pasok global.
"Saya sangat gembira bahwa Prancis menjadi salah satu pelopor yang mengajak banyak negara di Eropa dan Barat untuk mendukung solusi dua negara bagi kemerdekaan Palestina," ungkap Prabowo.
Ia menegaskan sikap dan pendirian Indonesia bahwa perdamaian di Timur Tengah tidak akan terwujud tanpa penerapan solusi dua negara dan keadilan bagi rakyat Palestina.
"Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara dan tanpa keadilan bagi rakyat Palestina," tegasnya.
Di luar isu Palestina, kunjungan kenegaraan ini juga bertujuan memperkuat hubungan bilateral kedua negara, termasuk melalui pembentukan France-Indonesia High Level Business Council guna mendorong kerja sama investasi dan ekonomi.
Indonesia dan Prancis saat ini menjalin kerja sama strategis di berbagai bidang, terutama pertahanan, sains dan teknologi, serta pendidikan. Kerja sama ekonomi kedua negara turut diperkuat melalui kerangka Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan pengajaran bahasa Prancis di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia. Menurutnya, langkah itu penting untuk menghadapi ketidakpastian dan konflik global.
--- Aprilio G.