Breaking News

PERTAHANAN Pemerintah Akuisisi Kapal Milik Italia, Gadjah Mada dan Panglima Soedirman Diusulkan Jadi Nama Kapal Induk Indonesia 19 Jun 2026 10:30

Article image
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat memberi keterangan kepada awak media. (Foto: Ist)
"Kami menunggu. Mungkin dari Bapak Presiden atau dari Pak Menhan akan memberikan usulan namanya,” kata Ali.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Nama Mahapatih Majapahit Gadjah Mada dan Panglima Besar Jenderal Soedirman diusulkan menjadi nama kapal induk Indonesia.

Usulan itu mencuat setelah kapal milik Italia bernama Giuseppe Garibaldi resmi diakuisisi pemerintah.

“Memang salah satu usulannya itu. Ada Gadjah Mada, ada Panglima Soedirman, ada mungkin yang lain,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Kenayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Kendati demikian, orang nomor satu di TNI AL itu memastikan hingga kini belum ada nama yang ditetapkan untuk kapal induk pertama Indonesia tersebut.

“Kami menunggu. Mungkin dari Bapak Presiden atau dari Pak Menhan akan memberikan usulan namanya,” kata Ali.

Sementara itu, TNI AL mulai menyiapkan personel untuk mengawaki kapal tersebut.

Ali mengatakan, sekitar 100 prajurit telah disiapkan sebagai satuan tugas dan pengawak pendahuluan.

“Harapan kita 10 Juli sudah diberangkatkan dan bisa hadir (Kapal Induk di Indonesia) sebelum 5 Oktober. Itu harapan kita,” ujarnya.

Meski begitu, pengiriman 100 prajurit pengawak pendahuluan ini masih melihat perkembangan lebih lanjut, termasuk kedatangan kapal induk.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyatakan bahwa proses hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi memasuki tahapan persiapan untuk dikirim ke Indonesia.

"Kapal induk Garibaldi itu proses hibah, sedang berjalan dan sudah dalam proses tahapan untuk persiapan pengiriman ke Indonesia," kata Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Rico Sirait di kantor Kemhan RI, Selasa (2/6/2026) lalu. 

Mengenai kapan kapal tersebut tiba di tanah air, Rico berharap prosesnya dapat rampung pada tahun ini. 

"Mudah-mudahan tahun ini," ujarnya.

Rico mengungkapkan, kondisi geopolitik turut memengaruhi jadwal pengiriman kapal asal Italia tersebut. 

“Dengan kondisi Selat Hormuz, yang konflik juga di sana ya, jadi mungkin ada keterbatasan distribusi, waktu pengiriman dan sebagainya," katanya.

Untuk diketahui Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Kapal induk tersebut dilengkapi sejumlah sistem persenjataan dan pertahanan, antara lain peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga 324 mm, serta rudal antikapal Otomat Mk 2 SSM.

--- Guche Montero

Komentar