Breaking News

INTERNASIONAL Waspadai Invasi Rusia ke Ukraina, AS Pertahankan Kapal Induk "USS Harry S Truman" di Perairan Mediterania 29 Dec 2021 15:49

Article image
Kapal induk "USS Harry S Truman" di perairan Mediterania. (Foto: spiegel.de)
Langkah Rusia menempatkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina memicu kekhawatiran akan terulangnya insiden 2014 ketika Moskow merebut Semenanjung Krimea.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan armada kapal induk USS Harry S Truman untuk tetap berada di perairan Mediterania di tengah kecemasan Uni Eropa terhadap konflik Rusia dan Ukraina yang makin meruncing .

Seperti dilansir Spiegel Online, Rabu (29/12/2021), Uni Eropa  menuding Rusia menebar ancaman terhadap Ukraina dengan menambah kekuatan militernya di perbatasan kedua negara. Hal itu menimbulkan tudingan bahwa Rusia tengah merencanakan serangan militer terhadap Ukraina.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menginstruksikan kapal induk USS Harry S Truman untuk tetap bertahan di perairan Mediterani dan mengubah jadwal perjalanan ke Timur Tengah.

"Perubahan jadwal menunjukkan perlunya kehadiran yang kuat di Eropa dan hal itu diperlukan untuk meyakinkan sekutu dan mitra kami tentang komitmen kami untuk memastikan pertahanan bersama," ungkap seorang pejabat kementerian pertahanan AS seperti dikutip dari Spiegel.de, Rabu (29/12/2021).

Rusia ditengarai telah menempatkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina. Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan terulangnya insiden 2014 ketika Moskow merebut semenanjung Krimea dan pemberontakan pro-Moskow pecah di Ukraina timur.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Rusia telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan pada 10 Januari 2022 di Jenewa, Swiss, mengenai ketegangan politik termasuk mengenai Ukraina.

Presiden AS Joe Biden memastikan akan terus bekerja sama dengan Uni Eropa dan NATO, yang juga dijadwalkan untuk bertemu dengan perwakilan Rusia pada awal Januari mendatang.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin membantah keras isu invasi  Moskow  terhadap Ukraina seperti dituding Uni Eropa.

Putin justru mencemaskan keamanan wilayahnya terkait ekspansi terselubung NATO dan aliansinya ke kawasan timur Eropa dengan dukungan AS.

--- Henrico Penu