EKONOMI Target PDB 5,4%, Menkeu Purbaya Aktifkan Task Force Debottlenecking untuk Pangkas Hambatan Bisnis 12 Feb 2026 19:01
JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi agresif pemerintah dalam mengelola transisi ekonomi nasional guna mengejar pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih tinggi.
Dalam forum Bloomberg Technoz bertajuk “Managing Transition, Capturing New Growth Opportunities”, Menkeu mengungkapkan bahwa arah pembangunan ekonomi saat ini bertumpu pada filosofi "Soemitronomics" yang mencakup tiga pilar utama: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial.
“Strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo dari sisi Soemitronomics ada tiga pilar. Kalau ketiganya tidak ada, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan bisa tercipta,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Injeksi Stimulus dan Percepatan Belanja
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah mengaktifkan kembali mesin pertumbuhan melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil sejak September 2025. Kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah didorong untuk melakukan percepatan belanja guna menjaga momentum pemulihan.
Dari sisi moneter, Menkeu juga menambah likuiditas ke sistem perekonomian untuk memacu penyaluran kredit agar tumbuh lebih cepat. “Fiskal kita dorong, moneter kita dorong, sektor privat juga kita dorong. Sinergi inilah yang membalikkan arah ekonomi kita pada kuartal terakhir tahun lalu,” tambahnya.
Efektivitas kebijakan ini tercermin pada angka pertumbuhan ekonomi triwulan IV/2025 yang menyentuh 5,39 persen, merupakan capaian tertinggi pasca-pandemi dalam lima tahun terakhir.
Target PDB dan Solusi Debottlenecking
Menatap tahun 2026, pemerintah mematok target pertumbuhan PDB sebesar 5,4 persen dalam APBN. Namun, Menkeu optimistis angka tersebut bisa didorong hingga mendekati level 6 persen melalui serangkaian stimulus pada triwulan pertama tahun ini.
“Kita akan inject semua stimulus, baik dari bank sentral maupun pemerintah, untuk belanja habis-habisan guna memperbaiki iklim investasi. Ekspansi ekonomi ini akan berlangsung terus hingga periode 2030-2031,” tegasnya.
Selain stimulus modal, pemerintah fokus memperbaiki iklim usaha melalui pembentukan Task Force Debottlenecking. Satuan tugas ini menerima komplain dari pelaku usaha secara daring dan menggelar sidang mingguan untuk membedah hambatan investasi. Purbaya menargetkan hampir seluruh hambatan (bottleneck) di dunia bisnis dapat dihilangkan pada akhir tahun ini. ***
--- Sandy Javia
Komentar