Breaking News

PENDIDIKAN Usung Spirit "Sa Ate Tau Mbale", SDK Wololele B Gotong Royong Secara Swadaya Kerja Jalan Menuju Sekolah 21 Jul 2025 11:25

Article image
Semangat gotong royong secara swadaya oleh Komite, para guru dan para orang tua/wali SDK Wololele B mengerjakan rabat jalan menuju Sekolah. (Foto: Che/IndonesiaSatu.co)
"Kami semua merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan ini. Hari ini kami semua ikut terlibat dalam pekerjaan jalan ini dan mau meninggalkan urusan kami. Ini untuk pendidikan dan masa depan anak-anak kami," ungkap B

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Sekolah Dasar Katolik (SDK) Wololele B yang ada di Desa Liselowobora, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus membenahi infrastruktur dan fasilitas penunjang sistem pendidikan guna menciptakan atmosfer pendidikan yang nyaman, aman dan kondusif di lingkungan sekolah.

Sebagai salah satu Sekolah Dasar dengan torehan Rapor Pendidikan Hijau berturut-turut dalam dua tahun terakhir, segenap pemangku kepentingan di lembaga tersebut terus berkomitmen menjaga marwah sekolah sejak didirikan tahun 1963 ini. 

Selain potret pendidikan formal dan informal yang tertata secara sistematis dan terpercaya setiap tahun ajaran berjalan, infrastruktur dan fasilitas penunjang menjadi kebutuhan vital yang tidak bisa dianggap remeh.

Setelah kebutuhan akan akses internet di lingkungan sekolah terpenuhi melalui bantuan BAKTI Kominfo, kini akses infrastruktur jalan menuju sekolah menjadi pekerjaan bersama dalam semangat gotong-royong dan swadaya. Komite Sekolah, para Guru, Orang Tua/Wali murid, serta para murid, dengan penuh antusias bahu-membahu mengerjakan rabat jalan sejauh 70 meter tersebut. 

Spirit "Sa Ate Tau Mbale"

Ketua Komite SDK Wololele B, Bapak Antonius Sapa, kepada media ini, Senin (21/7/2025), mengatakan bahwa dengan semangat gotong-royong dan kerjasama, seberat apa pun pekerjaan akan menjadi mudah. 

"Ini wujud semangat 'sa ate tau mbale' (bersatu hati untuk kebaikan dan keberhasilan). Ini bentuk dukungan nyata Komite dan para orang tua/wali untuk mendukung pendidikan dan masa depan anak-anak," ungkap Ketua Komite yang akrab disapa Bapak Tonce ini. 

Bapak Tonce mengaku, partisipasi Komite dan para orang tua/wali, merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen bersama sehingga lembaga pendidikan SDK Wololele B terus eksis dan berkembang lebih baik. 

"Kami semua merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan ini. Hari ini kami semua ikut terlibat dalam pekerjaan jalan ini dan mau meninggalkan urusan kami. Ini untuk pendidikan dan masa depan anak-anak kami," ungkap Bapak Tonce sembari menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah berkoordinasi dan berkomunikasi.

Dedikasi dan Tanggung Jawab Bersama

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mathildis Mensi Tiwe, S.E.,M.Si.Akt, dikonfirmasi media ini mengaku bangga dan memberikan apresiasi atas semangat gotong-royong segenap pihak yang secara swadaya telah mendukung kemajuan pendidikan, terutama infrastruktur dan fasilitas pendukung.

"Ini wujud dedikasi dan tanggung jawab konkrit terhadap dunia pendidikan. Kolaborasi dan gotong-royong harus tetap menjadi fondasi utama dalam memajukan dunia pendidikan," ungkap Kadis Mensi.

Kadis Mensi menekankan, perubahan tidak akan tercipta tanpa daya juang, komitmen, kerja keras, inovasi, dan loyalitas sebagai abdi negara yang mengembang tugas utama mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa.

"Ini layak dijadikan praktik baik untuk semua sekolah, sehingga urusan mencerdaskan anak bangsa merupakan tanggung jawab kita bersama," ungkap Kadis Mensi.

Kadis Mensi memberikan apresiasi untuk Kepala Sekolah, para guru, Komite, dan para orang tua/wali yang telah membangun fondasi pendidikan berlandaskan semangat gotong-royong dan kolaborasi.

"Dengan atmosfer pendidikan yang kondusif, maka aspek literasi, numerasi, dan karakter anak akan dapat terwujud, terutama menciptakan kemandirian di bidang pendidikan terhadap urusan khusus seperti ini," imbuh Kadis Mensi.

Apresiasi senada disampaikan Pengawas Pembina Pendidikan Dasar (Dikdas), Maria Magdalena Tea, S.Pd,SD.

"Komunikasi, koordinasi dan kolaborasi merupakan kunci utama dalam mewujudkan apa yang menjadi project bersama. Apresiasi untuk semangat kerjasama dalam memajukan lembaga pendidikan SDK Wololele B. Ini hal-hal biasa dan sederhana namun punya makna dan dampak yang luar biasa," kesan Ibu Len.

"Kontribusi yang ditunjukan luar biasa; bersama bergerak dan bergerak bersama untuk pendidikan yang unggul dan inovatif di SDK Wololele B. Teruslah berkolaborasi dan bersinergi untuk mengembangkan karakter dan budaya positif menuju pendidikan abad 21," harap Ibu Len. 

Kesan bangga juga diutarakan Kepala Sekolah SDK Wololele B, Drs. Aurelius G. V. Dorelagu.

Kepsek Aurelius mengaku sangat bangga dengan semangat dan atusiasme Komite dan para orang tua/wali, serta para guru yang sangat memahami kondisi dan kebutuhan sekolah. 

"Pengerjaan secara swadaya ini sudah dimulai sejak 2019 lalu, dan pada 2020 sempat berhenti karena pandemi Covid. Tahun ini kembali dilanjutkan dan ditargetkan hingga selesai," ungkap Kepsek Aurelius. 

"Terima kasih untuk Komite SDK Wololele B, para guru dan para orang tua/wali yang sudah menunjukkan semangat 'sa ate tau mbale' demi kemajuan dan kebaikan lembaga pendidikan yang kita cintai ini," tutup Kepsek Aurelius. 

--- Guche Montero

Komentar