INTERNASIONAL Vietnam Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Israel 26 Jul 2023 11:37
VIFTA disahkan ketika Vietnam dan Israel memperingati 30 tahun hubungan diplomatik pada tahun ini. Kedua negara secara resmi membuka hubungan diplomatik pada Juli 1993.
YERUSALEM, IndonesiaSatu.co -- Vietnam resmi menjadi negara pertama Asia Tenggara yang menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan Israel di kantor Perdana Menteri Israel, Yerusalem, Selasa (25/7/2023).
Dilansir Reuters, Rabu (26/7/2023), acara penandatanganan Vietnam-Israel Free Trade Agreement (VIFTA) itu dilakukan oleh Menteri Ekonomi dan Perindustrian Israel Nir Barkat dan Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam Nguyen Hing Dien.
Penandatanganan perjanjian tersebut disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Wakil Perdana Menteri Vietnam Tran Luu Quang.
Proses negosiasi VIFTA Vietnam dan Israel berjalan sejak pada tujuh tahun lalu melalui 12 putaran pembicaraan.
VIFTA disahkan ketika Vietnam dan Israel memperingati 30 tahun hubungan diplomatik pada tahun ini. Kedua negara secara resmi membuka hubungan diplomatik pada Juli 1993.
Pejabat Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan, VIFTA meliputi pengurangan bea cukai dan akan mempercepat urusan perusahaan Israel berbisnis di Vietnam.
“Saya berharap, perjanjian ini memperluas hubungan kita untuk berinovasi di semua bidang, di mana kita dapat meningkatkan kehidupan warga di kedua negara. Kerja sama di antara kita membuka wawasan baru,” ujar Netanyahu, seperti dikutip dari reuters.com, Rabu (26/7/2023).
Sedangkan otoritas Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam menekankan, VIFTA dapat meningkatkan nilai perdagangan bilateral dengan Israel menjadi 3 miliar dolar AS.
Pada tahun lalu, kenaikan nilai perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai 18 persen menjadi 2,2 miliar dolar AS.
Menurut otoritas Hanoi, VIFTA akan mempercepat proses ekspor produk Vietnam, tidak hanya ke Israel, tapi juga membuka jalan bagi produk Vietnam untuk mengakses pasar Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa Selatan lainnya.
Disebutkan pula, VIFTA akan menghapus bea cukai atas sedikitnya 86 persen produk Vietnam dan 93 persen produk Israel.
Ekspor terbesar Vietnam ke Israel mencakup smartphone, alas kaki, dan makanan laut. Sebaliknya, Hanoi mengimpor produk-produk elektronik dan pupuk dari Israel.
--- Henrico Penu