Breaking News

AGAMA Uskup Bogor Resmikan Paroki St Faustina Kowalska Tajurhalang, Bojonggede 22 Feb 2021 21:11

Article image
Peresmian Paroki St Faustina Kowalska, Bojonggede oleh Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. (Foto: ist)
Mengambil nama pelindung Santa Faustina Kowalska, paroki baru yang sudah dipersiapkan sejak tahun 2020 ini, akan menaungi umat yang berjumlah sekitar 2100 jiwa.

BOGOR, Indonesia Satu.co -- Hari ini, Senin (22/2/2021) merupakan hari yang bersejarah sekaligus berbahagia bagi umat Stasi Bojonggede, Keuskupan Bagor. Betapa tidak, kerinduan umat Stasi Bojonggede yang ingin memiliki paroki sendiri, hari ini terwujud lewat peresmian oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, Uskup Bogor yang diberi nama Paroki St Faustina Kowalska.

Hadir sejumlah tokoh dalam peresmian dan pelantikan tersebut antara lain Dirjen Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samodro S.Pd, MPd dan jajaran, Pastor Paroki Katedral Bogor RD Paulus Haruna, Romo Paroki St. Faustina Kowalska RD Mikail Endro Susanto, dan para tamu undangan. Acara ini terlaksana dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) dan juga disiarkan secara virtual.

Mengambil nama pelindung Santa Faustina Kowalska, paroki baru yang sudah dipersiapkan sejak tahun 2020 ini, akan menaungi umat yang berjumlah sekitar 2100 jiwa.

Selain peresmian paroki baru, juga diadakan pelantikan Pengurus Dewan Pusat Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP).

Ketua Tim sekaligus Ketua Panitia Peresmian Paroki St. Faustina Kowalska Tajurhalang, Bogor, Daniel Egi Bonatua kepada media mengatakan, peresmian paroki tersebut merupakan kerinduan umat Bojonggede yang sudah lama.

“Umat Bojonggede sudah lama ingin mempunyai paroki sendiri mengingat jumlah umat yang sudah sangat berkembang. Persiapan untuk menjadi paroki ini sudah kami mulai pada Agustus 2020,” ujarnya.

Tokoh yang akan dilantik menjadi Ketua DPP ini mengatakan saat ini jumlah umat paroki Faustina Kowalska mencapai 2100 jiwa atau sekitar 640 Kepala Keluarga (KK). Umat ini terbagi dalam 4 wilayah dan 15 lingkungan.

Salah satu kendala pembentukan paroki baru ini, kata Bona- sapaan akrabnya- yaitu adanya izin pembangunan gereja dari pemerintah setempat yang cukup lama.

“Sesuai harapan Bapak Uskup, semoga dengan adanya paroki maka izin pembangunan gereja Santa Faustina akan diberikan oleh pemerintah setempat,” katanya.

Bona mengatakan ada beberapa persiapan yang akan dilakukan pasca peresmian paroki baru dan pelantikan DPP dan DKP tersebut.

“Rencana jangka pendek kami akan tetap berkomitmen melayani umat Katolik pada khususnya dan masyarakat setempat pada umumnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk jangka panjangnya, “dengan pembentukan paroki ini diharapkan umat Katolik di Bojonggede lebih kongkrit menjalankan visi dan misi Gereja yang lebih nyata,” harapnya.

Dalam acara tersebut juga diluncurkan buku “Paroki St. Faustina Kowalska Bojonggede” yang berisi sejarah petumbuhan dan perkembangan iman katolik di tatar Bojonggede. Buku ini ditulis oleh sejarawan dan penulis asal Nusa Tenggara Timur, Thomas Ataladjar dengan tim editor yaitu Daniel Mangu, Frans Asisi Datang, dan Thomas Bambang Murtianto.

Paroki Faustina Kowalska, Tajurhalang, Bogor berbatasan dengan Citayam di sebelah utara, sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Baru, sebelah barat berbatasan dengan Inkopad, dan sebelah timur berbatasan dengan Sungai Ciliwung.

 

---Bernard Baran

Komentar