NASIONAL PT. PMMP Alami Kredit Lalai Mencapai Rp 2T, Nama Putra Jokowi Disebut 09 Jul 2026 10:44
Dalam keterbukaan informasi, perseroan mengakui sedang menghadapi keterbatasan modal kerja dan memperkirakan membutuhkan tambahan dana sekitar US$15 juta atau setara Rp269,1 miliar agar kegiatan operasional dapat berjalan normal.
Jakarta, IndonesiaSatu.co – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), perusahaan pengolahan hasil perikanan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Kaesang Pangarep, tengah menghadapi tekanan keuangan.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7), PMMP memiliki kewajiban kredit kepada sejumlah lembaga perbankan dengan nilai yang mencapai triliunan rupiah seperti PT Bank Permata Tbk dengan outstanding sebesar US$53,12 juta atau sekitar Rp953,4 miliar, ditambah fasilitas kredit senilai Rp5,49 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar US$40,29 juta atau sekitar Rp723 miliar, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar US$30,71 juta atau sekitar Rp551,2 miliar, serta PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai US$22,8 juta atau sekitar Rp409,1 miliar.
Selain itu, perusahaan juga punya kewajiban kepada bank lainnya PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar US$7,21 juta atau sekitar Rp129,4 miliar dan PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta atau sekitar Rp107,5 miliar.
Dampak dari kondisi tersebut membuat PMMP saat ini hanya mengoperasikan satu fasilitas produksi di Situbondo. Untuk memenuhi permintaan ekspor, perusahaan memilih membeli produk jadi dari pihak lain dengan sistem pembayaran yang dilakukan setelah hasil ekspor diterima.
"Sementara ini perseroan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran di belakang setelah hasil ekspor diterima oleh perseroan," tulis manajemen.
Kondisi keuangan perusahaan juga berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Sejak 2024 hingga saat ini, PMMP telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 37 karyawan staf dan 79 pekerja harian. Di sisi lain, sebanyak 82 staf juga tercatat mengundurkan diri.
Sebagai informasi, PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan yang dimiliki Kaesang Pangarep, tercatat menguasai 188,24 juta saham PMMP atau setara dengan 7,27 persen dari total saham perseroan.
Dalam keterbukaan informasi, perseroan mengakui sedang menghadapi keterbatasan modal kerja dan memperkirakan membutuhkan tambahan dana sekitar US$15 juta atau setara Rp269,1 miliar agar kegiatan operasional dapat berjalan normal.*
--- Hendrik Penu
Komentar