INTERNASIONAL "Global Hawk” Amerika Melintasi Jerman untuk Pertama Kali 29 Jan 2016 19:03
Pesawat tanpa awak (drone) super canggih Amerika Serikat “Global Hawk” dilibatkan untuk mendukung misi NATO dalam penyelesaian konflik di Eropa Timur.
BERLIN, IndonesiaSatu.co -- Untuk pertama kalinya pesawat tanpa awak (drone) militer Amerika Serikat (AS) “Global Hawk” melintasi langit Jerman melalui jalur khusus menuju Laut Baltik. Sesuai rilis Kementerian Pertahanan Jerman yang diberitakan Heute Online (Jumat, 29/1), pesawat tanpa awak tersebut terbang di wilayah Jerman sebanyak dua kali, masing-masing selama 85 menit. Sesuai kesepakatan, “Global Hawk” hanya melintasi wilayah udara Jerman tanpa opsi mendarat.
Pesawat-pesawat tanpa awak AS tersebut ditempatkan di Sisilia untuk mendukung operasi NATO dalam misi penyelesaian konflik di Eropa Timur, khususnya Ukraina. Dalam operasi tersebut, “Global Hawk” antara lain harus melintasi wilayah Jerman.
“Global Hawk” sebenarnya dijadwalkan terbang untuk pertama kali di jalur khusus Jerman pada Oktober 2015. Namun, jadwal tersebut ditunda karena menunggu kesepakatan-kesepakatan lainnya antara AS dan negara-negara terkait.
Salah satu keunikan “Global Hawk” adalah ukurannya yang terbilang spektakuler untuk kelas pesawat tanpa awak. Tercatat, bentang sayapnya mencapai 40 meter. Drone ini mampu terbang hingga ketinggian 18 kilometer dan bertahan selama lebih dari 24 jam di udara.
Ketika melintas di wilayah Jerman, “Global Hawk” terbang di ketinggian 15 kilometer. Sejauh ini belum ada pesawat konvensional yang mencapai ketinggian tersebut.
Seperti diberitakan Heute Online, dari aspek ukuran dan konstruksi, “Global Hawk” disebut menyerupai sosok “Euro Hawk”, pesawat tanpa awak Jerman, yang masih berwujud prototipe karena Kementerian Pertahanan Jerman menghentikan proyek itu pada tahun 2013, setelah menghabiskan dana sekitar 600 juta Euro. Alasan penghentian proyek “Euro Hawk” adalah dilema perijinan untuk terbang di wilayah Jerman. Namun, diperkirakan proyek tersebut akan diaktifkan kembali Mei mendatang.
Menurut Deutsche Presse Agentur/dpa, ijin terbang “Global Hawk” melintasi Jerman berlaku hingga April 2016. Meskipun demikian, kehadiran pesawat tanpa awak super canggih ini di wilayah Jerman sempat menuai kritik pihak oposisi.
--- Rikard Mosa Dhae