INTERNASIONAL Presiden Trump: Selat Hormuz Segera Dibuka Kembali 24 May 2026 13:56
Trump mengungkapkan, ia telah melakukan panggilan telepon secara terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan komunikasi "berjalan dengan sangat baik."
WASHINGTON D.C., IndonesiaSatu.c0 -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, negosiasi untuk mencapai kesepakatan dengan Iran terus berlangsung termasuk mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.
Melalui platform online “Truth Social”, Minggu (24/5/2026), Trump menegaskan proses kesepakatan itu terus berjalan meski masih menunggu finalisasi.
"Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain," ucap Trump seperti dikutip dari DPA.
Ia menyatakan, selain banyak elemen lain dari kesepakatan tersebut, ditegaskan bahwa “Selat Hormuz akan segera dibuka".
Sejumlah negara Timur Tengah ikut bergabung dalam panggilan telepon Trump pada hari Sabtu (23/5/2026) untuk membahas kesepakatan tersebut, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, dan Bahrain.
Trump juga mengungkapkan, ia telah melakukan panggilan telepon secara terpisah dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mengatakan bahwa panggilan tersebut "berjalan dengan sangat baik."
"Aspek dan detail akhir dari kesepakatan tersebut saat ini sedang dibahas, dan akan segera diumumkan," imbuhnya.
Sementara itu, otoritas di Teheran mengatakan sedang menyelesaikan kerangka kerja 14 poin untuk kesepakatan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mencatat "tren menuju pendekatan yang lebih baik," tetapi mengatakan "itu tidak berarti bahwa kami dan Amerika Serikat akan mencapai kesepakatan mengenai isu-isu penting."
"Niat kami pertama-tama adalah untuk menyusun nota kesepahaman, semacam perjanjian kerangka kerja yang terdiri dari 14 klausul," kata Baqaei di media Iran seperti dikutip dari DPA.
Ia menambahkan, diharapkan rincian perjanjian akhir dapat diselesaikan "dalam jangka waktu yang wajar antara 30 hingga 60 hari" setelah kerangka kerja tersebut diselesaikan.
Seperti diberitakan, sejauh ini beberapa negosiasi, termasuk pembicaraan yang diselenggarakan Pakistan, belum menghasilkan resolusi permanen untuk memulihkan akses penuh ke Selat Hormuz, yang berdampak luas terhadap pasokan minyak dan ekonomi global.
--- Aprilio G.