HUMANIORA Agate Ikut Serta Menyusun Pedoman Ruang Ramah Perempuan Industri Game Indonesia 10 Jun 2024 19:13
Agate berkomitmen dalam memastikan perempuan di industri game memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi
JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Agate International, perusahaan pengembang game Indonesia, mengumumkan peran aktifnya dalam penyusunan Pedoman Ruang Ramah Perempuan dalam Industri Game Indonesia.
Pedoman ini menyediakan kerangka kerja komprehensif guna menciptakan lingkungan kerja yang ramah perempuan dan inklusif di dalam perusahaan game di Indonesia.
Proses pembuatan pedoman ini dipimpin oleh Indonesian Women in Game (IWIG) dengan dukungan dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), serta pelaku industri game lainnya.
CEO dan Co-Founder Agate, Shieny Aprilia mengatakan, "Agate sangat mendukung inisiatif IWIG dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah perempuan.”
Selanjutnya, Team Lead Agate Academy, Restya Winda Astari menambahkan, “Kami berharap pedoman ini dapat menjadi panduan yang jelas untuk menciptakan ruang kerja yang aman dan mendukung bagi semua."
Menurut sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh International Game Developers Association (IGDA) dalam Geena Davis Institute of Gender in Media menunjukkan bahwa perempuan hanya mengisi sekitar 30% dari posisi pengembang game secara global. Kesenjangan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperkuat inisiatif keberagaman dalam industri ini.
Di Indonesia, Asosiasi Game Indonesia (AGI) dan Badan Riset dan lnovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa 80% responden yang disurvei yaitu studio game di Indonesia mengatakan memiliki karyawan perempuan, sementara 20% sisanya tidak memiliki representasi perempuan.
Ketua Indonesian Women in Game (IWIG), Riris Marpaung menyampaikan, "Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk Komnas Perempuan, IBCWE, Agate, dan studio game lainnya yang telah memberikan dukungan dan perhatiannya dalam proses pembuatan pedoman ini.”
Terdapat 10 poin utama dalam pedoman ini diantaranya yaitu:
|
1. Kebijakan Keberagaman dan Inklusi 2. Praktik Perekrutan dan Penerimaan Karyawan 3. Orientasi dan Integrasi 4. Pengembangan Profesional 5. Waktu Bekerja dan Akomodasi di Tempat Kerja |
6. Promosi dan Peningkatan Karier 7. Hak Perlindungan, Kesehatan, dan Kesejahteraan 8. Budaya dan Lingkungan Tempat Kerja 9. Pencegahan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja 10. Pemantauan dan Pelaporan |
Project Officer dari IBCWE, Esther Yobelita, menyatakan, "Kolaborasi antara IWIG, Agate, dan IBCWE dalam menyusun pedoman ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menciptakan industri yang lebih inklusif dan adil. Kami berharap pedoman ini dapat menjadi contoh bagi industri lainnya dalam menerapkan praktik-praktik yang mendukung kesetaraan gender."
Agate mengundang seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan game, komunitas, dan lembaga terkait, untuk bersama-sama berkomitmen dalam mewujudkan lingkungan kerja yang lebih inklusif bagi perempuan dalam industri game.
--- Stella Josephine
Komentar