Breaking News

POLITIK Agus-Sylvi Absen di Kompas TV, Iwan Manasa: Menemui Warga Lebih Penting 16 Dec 2016 12:06

Article image
Tim sukses pasangan Agus-Sylvia, dan kader Partai Demokrat, Iwan Manasa. (Foto: Facebook)
Agus-Sylvi menghargai strategi pasangan calon lain memanfaatkan kesempatan yang diberi media elektronik untuk berkampanye. Namun, Agus-Sylvi punya strategi sendiri untuk memenangkan Pilkada.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Stasiun televisi Kompas TV menggelar acara debat calon Gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung di Pilkada Februari 2017 mendatang. Acara bertajuk "Rosi & Kandidat Pemimpin Jakarta" yang dimoderatori Rosiana Silalahi itu mengundang tiga pasang calon yaitu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno.

Sayangnya, debat hanya dihadiri oleh dua pasang calon yaitu, Anies-Sandi dan Ahok-Djarot. Sedangkan Agus-Sylvi tidak menghadiri acara tersebut. Mereka memilih untuk menggelar kampanye dengan berada di tengah rakyat, dan bukan berada di ruangan debat.

Namun, keputusan pasangan nomor urut satu (1) ini mendapat kritikan berbagai pihak.

Pengamat politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan menyayangkan tidak hadirnya pasangan Agus-Sylvi dalam debat tersebut. Meskipun tidak diharuskan oleh undang-undang karena bukan merupakan debat resmi, kehadiran seluruh calon dalam debat, kata Gun Gun, bisa menjadi panggung yang bagus untuk pendidikan politik rakyat.

"Masyarakat Jakarta masih harus belajar mengenai politik. Mereka sedang beralih untuk menjalankan praktik politik yang lebih baik. Untuk itu diperlukan diskusi dan dialektika," kata Gun Gun.

Di sisi lain, Gun Gun mengapresiasi kediran dua kandidat lain dalam acara tersebut. "Itu menunjukkan Anies-Sandi dan Ahok-Djarot memiliki goodwill dan political-will yang berorientasi ke depan untuk menyelesaikan permasalahan," kata Gun Gun.

Bukan kali ini saja pasangan yang didukung oleh Partai Demokrat, PAN, PKB dan PPP ini tidak memenuhi undangan debat. Sebelumnya, pasangan ini juga tidak menghadiri undangan debat di NET TV.

Lantas, apa alasan Agus-Sylvi tidak menghadiri debat tersebut?

Anggota tim sukses Agus-Sylvi, Iwan Manasa mengatakan alasan ketidahadiran pasangan Agus-Sylvi. “Untuk sekadar mengingatkan, debat resmi KPUD baru akan diselenggarakan pada bulan Januari 2017 (dua kali) dan Februari 2017 (satu kali). Sudah pasti, Agus Sylvi wajib menghadiri. Debat yang diselenggarakan sejumlah TV bukan debat resmi KPUD. Tidak wajib dihadiri. Efek elektoralnya pun tak banyak,” ujar politikus Partai Demokrat ini kepada IndonesiaSatu.co, Jumat (16/12/2016).

Iwan mengatakan, Agus-Sylvi menghargai strategi pasangan calon lain memanfaatkan kesempatan yang diberi media elektronik untuk berkampanye. Namun, dia mengklaim bahwa pihaknya juga memiliki strategi sendiri untuk memenangkan pasangan yang diusung.

“Strategi kami sendiri adalah berkampanye langsung menemui warga, mendengar dan mencatat langsung aspirasi dan keluhan mereka,” ujarnya.

Menurut Iwan, keputusan tidak menghadiri debat di televisi itu merupakan saran Manajer Kampanye Agus Sylvi, Wishnu Wardhana. Karena itu, Agus-Sylvi memutuskan menggunakan waktu tersisa hingga hari pencoblosan untuk sebanyak mungkin berkampanye langsung memenuhi undangan warga.

“Mulai pagi hingga malam, 7 hari seminggu. Terbukti, strategi ini berhasil mendorong kenaikan elektabilitas Agus Sylvi. Kami sekarang nomor 1 di sejumlah suvey tertentu dan nomor 2 tertinggi di survey lain,” tulisnya.

Iwan mengatakan, saat dua pasang calon gubenur yang lain berdebat di KompasTV, Agus-Silvi sedang asyik bersama warga. Agus memenuhi undangan makan malam dari warga Jakarta komunitas Tionghoa di Jakarta Barat. Sedangkan Silvy bertemu warga Jakarta komunitas profesi di Jakarta Selatan.

“Debat memang penting, pada saatnya. Menemui langsung warga Jakarta untuk mendengar dan mencatat aspirasi mereka, setiap saat lebih penting. Setidaknya begitu bagi Agus Sylvi,” ujar Iwan.

---

Komentar