INTERNASIONAL Aksi Penembakan di Pusat Islam San Diego Tewaskan 5 Orang 19 May 2026 13:25
Polisi dan FBI sedang mendalami kemungkinan motif kejahatan kebencian dan segera mengungkap detail peristiwanya.
SAN DIEGO, IndonesiaSatu.co -- Lima orang tewas dalam penembakan di kompleks Pusat Islam San Diego yang berada di kawasan Clairemont, San Diego, California, Amerika Serikat (AS), Senin (18/5/2026) sekitar pukul 11.43 waktu setempat.
Disitir dari Reuters, Selasa (19/5/2026), dua dari lima orang tewas tersebut merupakan tersangka pelaku penembakan. Keduanya ditemukan di lokasi terpisah dan diduga bunuh diri setelah melancarkan aksinya. Polisi masih menyelidiki insiden ini sebagai kemungkinan kejahatan kebencian.
Imam Taha Hassane dari masjid Pusat Islam San Diego menyatakan, korban tewas terdiri atas seorang petugas keamanan dan dua staf sekolah Islam yang berada di kompleks masjid tersebut.
Kepala Polisi Scott Wahl mengungkapkan, petugas keamanan telah bertindak optimal untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Seluruh anak di sekolah Islam yang berada di lokasi dipastikan selamat.
"Kami telah menyisir semua ruangan di masjid dan sekolah untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan," kata Scott seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/5/2026).
Ia juga mengatakan bahwa petugas tiba di lokasi dalam waktu empat menit setelah laporan diterima. Saat tiba, polisi menemukan tiga korban tewas di area luar masjid.
Menurut Agen Khusus FBI San Diego, Mark Remily, seluruh korban merupakan pria dewasa.
Disebutkan, dalam waktu yang hampir bersamaan polisi menerima laporan penembakan lain beberapa blok dari lokasi utama. Seorang pekerja taman dilaporkan menjadi target tembakan, namun tidak terkena peluru.
Tak lama berselang, polisi menemukan sebuah kendaraan dengan dua tersangka di dalamnya. Keduanya ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri.
"Kedua tersangka diketahui berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia 17 serta 19 tahun," ungkap Remily.
Ia menambahkan, polisi dan FBI sedang mendalami kemungkinan motif kejahatan kebencian dan akan mengungkap detail peristiwa serta motifnya dalam beberapa hari yang akan datang.
--- Aprilio G.