Breaking News

KIAT Apakah Anak Anda Kecanduan Smartphone? Pakar Berikan Kiat Untuk Menguranginya 23 Sep 2024 08:34

Article image
Ilustrasi anak yang kecanduan smartphone. (Foto: Onlymyhealth.com)
Kecanduan ponsel pintar (smartphone) pada anak-anak telah menjadi masalah umum yang berdampak pada keehatan, seperti kelelahan dan masalah mata.

APAKAH Anda kesulitan menjauhkan anak Anda dari smartphone atau ponsel pintarnya? Apakah Anda sering mengeluh tentang waktu pemakaian perangkat yang berlebihan pada anak-anak Anda dan mencari langkah-langkah untuk menghentikan kecanduan ponsel pintar?

Kecanduan ini dapat menyebabkan menurunnya keterlibatan sosial, memengaruhi interaksi mereka dengan orang lain dan berpotensi menyebabkan isolasi sosial.

Onlymyhealth.com (6/9/2024) mewawancarai Prof Dr Mahipal S Sachdev, Ketua dan Direktur Medis, Pusat Kelompok Penglihatan Rumah Sakit Mata, Safdarjung Enclave, yang menjelaskan cara-cara untuk menghentikan kecanduan ponsel pintar.

Menurut International Journal of Pharmaceutical Investigation, kecanduan ponsel pintar adalah kecanduan perilaku yang melibatkan toleransi suasana hati, arti-penting, penarikan diri, modifikasi, konflik, dan kambuh.

Tanda-Tanda Kecanduan Smartphone

Penggunaan perangkat seluler secara berlebihan.
Perasaan putus asa, seperti cemas atau marah saat tidak menggunakan ponsel.
Mengabaikan tanggung jawab.
Gangguan pada aktivitas sehari-hari.
Bangun beberapa kali di malam hari untuk memeriksa ponsel Anda.
Kecelakaan atau cedera akibat penggunaan telepon.

Dampak Kecanduan Smartphone

Menurut BMC Psychiatry, kecanduan ponsel pintar dapat menghambat kesehatan dalam banyak hal termasuk:

Kelelahan.
Sakit kepala.
Kualitas tidur yang buruk.
Nyeri muskuloskeletal.
Kompetensi antarpribadi.
Masalah emosional.
Selain itu, anak-anak dan remaja yang menghabiskan terlalu banyak waktu di depan ponsel cerdas mereka berisiko menghadapi konten yang tidak pantas, predator online, dan penindasan maya.

Menurut Journal of Behavioral Addictions, kinerja seseorang di tempat kerja dan di sekolah mungkin terkena dampak negatif dari kecanduan ponsel pintar, serta kesejahteraan fisik dan mental mereka.

Dampak Kecanduan Smartphone Terhadap Kesehatan Mata
“Efek utama pada mata dari penggunaan layar yang berlebihan mungkin termasuk ketegangan mata saat menggunakan perangkat digital, mata kering, dan penglihatan kabur.

Selain itu, waktu menonton yang berlebihan, terutama dalam jarak dekat, dapat berkontribusi pada miopia (rabun jauh) pada anak-anak”, tambah Dr Sachdev.

Sangat penting untuk menyeimbangkan penggunaan layar untuk memitigasi risiko ini. Istirahat teratur, pencahayaan yang tepat, dan menjaga jarak pandang yang sehat dapat membantu meringankan ketegangan mata.

Tips Menghilangkan Kecanduan Smartphone
Di era digital, kesejahteraan anak-anak sangat penting untuk mengatasi kecanduan ponsel pintar. Dr Sachdev mencantumkan beberapa kiat yang dapat membantu menghentikan kecanduan sebagai berikut:

Tetapkan secara teratur batasan jumlah waktu yang dihabiskan di depan layar.
Jadikan bagian rumah, seperti kamar tidur dan ruang makan, bebas teknologi.
Sebelum tidur, barang elektronik sebaiknya dikeluarkan dari kamar tidur untuk menghindari gangguan tidur dan mendorong kebiasaan tidur yang lebih baik.
Anak-anak belajar melalui observasi dan, oleh karena itu, menunjukkan perilaku layar yang sehat dan membatasi penggunaan ponsel cerdas mereka di hadapan mereka.
Berikan contoh kepada orang lain dengan membatasi waktu penggunaan layar Anda dan menghabiskan waktu bersama mereka secara offline
Anda dapat memanfaatkan aplikasi dan fitur kontrol orang tua untuk mengawasi dan membatasi penggunaan ponsel cerdas anak Anda.
Promosikan hobi, olahraga, dan permainan di luar ruangan untuk mengurangi ketergantungan pada perangkat digital. Terkadang menawarkan alternatif menarik selain waktu layar, seperti buku, teka-teki, atau permainan papan.

Yang Harus Anda Ketahui
Jalan menuju penggunaan telepon yang lebih bertanggung jawab mungkin mencakup kekambuhan singkat, modifikasi, dan gejala penarikan diri.

Tidak realistis mengharapkan kesempurnaan secara langsung. Sadarilah bahwa akan ada kemunduran, dan bertumbuhlah dari setiap kemunduran.***

--- Simon Leya

Komentar