EKONOMI Atasi Pengangguran, Kemnaker Kick-Off Pelatihan Vokasi Batch I untuk 10.405 Peserta 10 Apr 2026 12:36
Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan total 70.000 peserta yang akan dibiayai melalui APBN. Peluncuran serentak di seluruh Indonesia ini bertujuan untuk memberikan akses kompetensi yang adil bagi para pencari kerja.
BEKASI, IndonesiaSatu.co – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan (kick-off) Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026. Program ini menjaring 10.405 peserta dari lulusan SMA/SMK sederajat sebagai langkah strategis dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja nasional.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan total 70.000 peserta yang akan dibiayai melalui APBN. Peluncuran serentak di seluruh Indonesia ini bertujuan untuk memberikan akses kompetensi yang adil bagi para pencari kerja.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tercatat ada 29.850 pendaftar melalui platform Skillhub pada tahap pertama ini. Dari jumlah tersebut, 10.405 peserta dinyatakan lolos seleksi dan jalur afirmatif,” ujar Yassierli dalam pembukaan PVN di BBPVP Bekasi, Rabu (8/4/2026).
Salah satu poin krusial dalam program tahun ini adalah kuatnya keterkaitan (link and match) dengan kebutuhan pasar kerja. Kemnaker mencatat sekitar 50% peserta pada batch pertama ini sudah memiliki komitmen penempatan kerja dari mitra industri segera setelah pelatihan berakhir.
Para peserta tersebar di berbagai unit pelatihan, meliputi:
-
21 Balai Latihan Kerja (BLK) dan 13 satuan pelatihan di bawah Ditjen Binalavotas.
-
46 BLK UPTD di tingkat daerah.
-
Jalur Seleksi: 5.833 orang.
-
Jalur Kerja Sama Industri: 4.572 orang.
Dirjen Binalavotas, Darmawansyah, menjelaskan bahwa seluruh proses pendaftaran hingga seleksi dilakukan secara transparan melalui sistem digital terpusat. Program ini juga dirancang inklusif bagi penyandang disabilitas serta memberikan dukungan penuh bagi peserta guna menjaga fokus pelatihan.
Selama masa belajar, peserta mendapatkan fasilitas cuma-cuma, antara lain:
-
Pelatihan gratis dan bantuan transportasi.
-
Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
-
Sertifikat pelatihan dan Sertifikat Kompetensi dari BNSP.
-
Fasilitas asrama untuk kejuruan tertentu.
Langkah masif Kemnaker di kuartal II/2026 ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka secara signifikan. Dengan orientasi pada produktivitas dan daya saing, Program Pelatihan Vokasi Nasional diharapkan tidak hanya sekadar memberikan sertifikat, tetapi menjadi solusi nyata dalam menyediakan tenaga kerja terampil yang siap pakai bagi industri manufaktur dan jasa di Indonesia. ***
--- Sandy Javia
Komentar