INTERNASIONAL Australia Rilis Strategi Pertahanan 2026, Tempatkan Indonesia sebagai Mitra Keamanan Utama 17 Apr 2026 14:57
Australia berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan pertahanan bilateral dengan membangun kesepakatan di atas Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia atau Perjanjian Jakarta yang bersejarah.
CANBERRA, IndonesiaSatu.co – Pemerintah Australia resmi merilis Strategi Pertahanan Nasional dan Program Investasi Terpadu (Integrated Investment Program) 2026 pada Kamis (16/4/2026). Dalam dokumen strategis tersebut, Negeri Kanguru secara khusus menyebut Indonesia sebagai rekan strategis yang paling penting untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.
Australia berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan pertahanan bilateral dengan membangun kesepakatan di atas Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia atau Perjanjian Jakarta yang bersejarah.
"Indonesia adalah mitra penting dan abadi. Australia akan terus berinvestasi dalam kemitraan pertahanan bilateral kita untuk mendukung keamanan regional," tulis laporan tersebut, dikutip Jumat (17/4/2026).
Investasi Jumbo Rp650 Triliun
Langkah memperkuat pertahanan ini didukung oleh komitmen pendanaan yang masif. Pemerintah di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anthony Albanese mengalokasikan tambahan 14 miliar dolar Australia (sekitar Rp171 triliun) untuk empat tahun ke depan.
Dalam jangka panjang, total investasi pertahanan diproyeksikan mencapai 53 miliar dolar Australia atau setara Rp650 triliun selama satu dekade mendatang. Pengeluaran pertahanan Australia ditargetkan meningkat menjadi 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2033, setara dengan standar negara-negara anggota NATO.
Reformasi Badan Pelaksana Pertahanan
Peningkatan anggaran yang memecahkan rekor ini juga dibarengi dengan reformasi birokrasi, termasuk pembentukan Badan Pelaksana Pertahanan (Defence Delivery Agency). Lembaga ini bertugas memastikan setiap dolar investasi memberikan nilai guna maksimal dan mempercepat proses akuisisi kemampuan tempur.
Selain fungsi keamanan, investasi besar ini bertujuan untuk menyerap puluhan ribu tenaga kerja berketerampilan tinggi di Australia melalui penguatan rantai pasok industri pertahanan lokal.
"Langkah ini diambil untuk memastikan akuntabilitas yang lebih kuat dan penyampaian kemampuan yang lebih cepat dalam lingkungan strategis yang semakin berbahaya dan tidak dapat diprediksi," tegas laporan resmi tersebut. ***
--- Sandy Javia
Komentar