PENDIDIKAN AYO Menulis Bersama SiDU, Gandeng Atma Jaya dalam Riset Literasi di Sekolah Dasar 22 Aug 2024 15:02
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan data empiris yang akan menjadi dasar bagi peningkatan kualitas pendidikan di masa depan.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung pemerintah dalam peningkatan literasi di Indonesia, SiDU (Sinar Dunia), salah satu merek buku tulis dari APP Group, meluncurkan “Modul Bagi Guru Sekolah Dasar untuk Riset Menulis Tangan di Atas Kertas” di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, ruang Auditorium Ki Hadjar Dewantara, Lantai 5, Kamis (22/8).
Acara tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan dari Universitas Atma Jaya, perwakilan dari Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA), perwakilan dari Dinas Pendidikan DKI Jakara serta pihak dari APP Group.
Acara yang berkolaborasi dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ini bertujuan untuk melaksanakan riset terkait pengaruh kebiasaan menulis di atas kertas terhadap kemampuan literasi siswa Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan data empiris yang akan menjadi dasar bagi peningkatan kualitas pendidikan di masa depan.
Peluncuran modul yang ditujukan untuk guru tersebut, menandai dimulainya kembali program AYO Menulis SiDU di tahun 2024. Kegiatan ini merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya menulis tangan di kalangan siswa di Indonesia.
Hasil dari modul berupa tulisan siswa itu akan digunakan untuk melaksanakan riset terkait pengaruh kebiasaan menulis di atas kertas terhadap kemampuan literasi siswa Indonesia.
Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Purwosusilo, MPd, dalam sambutannya mengatakan literasi merupakan hal penting bagi pendidik dan peserta didik dalam kemampuan penalaran, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis di dalam proses pembelajaran.
“Kami dari Dinas Pendidikan terus berupaya (untuk meningkatkan literasi). Saya juga berpesan agar para guru bisa menjadi fasilitator dan motivator bagi para peserta didik dengan metode pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Bahkan (para guru) harus menjadi sahabat dan orang tua bagi anak-anak didik kita,” ujarnya.
Ketua Tim Peneliti Universitas Atma Jaya, Muniarti Agustian dalam pemaparannya mengatakan menulis di atas kertas memainkan peran penting dalam pengembangan kemampuan Berpikir Reflektif siswa SD, seperti keterampilan menulis secara teknis, memperkuat keterampilan berpikir kritis, retensi informasi, dan keterlibatan emosional dengan materi pelajaran.
“SIDU memiliki misi meningkatkan keterampilan menulis siswa sejak dini. Kami seperti gayung bersambut, menjalankan misi yang sama,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Head of Marketing Domestic Stationery APP Group, Arif Darmawan mengatakan bahwa pihaknya percaya bahwa menulis tangan bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penguasaan bahasa.
“Melalui program ini, kami berharap dapat menginspirasi dan memotivasi anak-anak Indonesia untuk mencintai kegiatan menulis. Dengan peluncuran modul ini, kami ingin memberikan alat yang diperlukan guru untuk membimbing siswa dalam meningkatkan kemampuan literasi mereka," ujarnya.
Arif menambahkan, modul ini awalnya hanya berlaku bagi guru-guru SD di Jakarta. Namun ke depan modul tersebut bisa juga diadopsi secara nasional, yaitu diberlakukan di seluruh Indonesia.
Program AYO Menulis SiDU pertama kali diluncurkan pada tahun 2017 guna mengembalikan minat menulis dengan tangan di kalangan anak-anak. Riset yang bertajuk ‘Pengaruh Kebiasaan Menulis di Atas Kertas terhadap Kemampuan Literasi Siswa Indonesia’ ini melibatkan 100 sekolah dasar di Jakarta dan diproyeksikan selesai pada tahun 2025.
Modul yang diluncurkan ini nantinya juga akan tersedia dalam bentuk online di Akademi AYO Menulis yang dapat diakses melalui situs www.ayomenulis.id.
Dengan peluncuran modul ini, SiDU berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi siswa di Indonesia dan mempersiapkan kompetensi generasi muda guna menghadapi tantangan global.
Hasil dari riset ini nantinya akan dipublikasikan dalam jurnal akademis dan diakses oleh publik pada tahun 2025. ***
--- F. Hardiman
Komentar