INTERNASIONAL Bahas Konflik di Timur Tengah, Menlu AS Temui Paus Leo XIV di Vatikan 08 May 2026 13:34
"Pertemuan itu menggarisbawahi hubungan yang erat antara Amerika Serikat dan Takhta Suci dan komitmen bersama mereka untuk mempromosikan perdamaian dan martabat manusia," kata Pigott.
VATIKAN, IndonesiaSatu.co-- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio berkunjung ke Vatikan dan bertemu kepala negara sekaligus pemimpin gereja sedunia Paus Leo XIV, pada Kamis (7/5/2026) waktu setempat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan Rubio dan Paus Leo membahas hubungan kedua negara, hingga situasi di Timur Tengah.
"Pertemuan itu menggarisbawahi hubungan yang erat antara Amerika Serikat dan Takhta Suci dan komitmen bersama mereka untuk mempromosikan perdamaian dan martabat manusia," kata Pigott, dikutip AFP.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Vatikan, Pietro Parolin mengatakan Rubio membahas "upaya mencapai perdamaian abadi di Timur Tengah."
Diskusi antara Paus Leo dan Menlu AS itu juga merefleksikan kerja sama kedua negara dalam "memajukan kebebasan beragama."
Kunjungan Rubio ke Vatikan berlangsung di tengah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah imbas perang Amerika Serikat dan Israel kontra Iran pada akhir Februari lalu.
Lawatan itu juga terjadi setelah Paus Leo dan Presiden Trump sempat berselisih soal perang yang dimulai AS dan sekutunya.
Paus Leo mengatakan, Yesus sebagai Raja Damai mengajarkan perdamaian bukan mengobarkan kekerasan, bahkan ketika perang di sekitarnya mengancam.
Paus asal Amerika itu juga mengatakan Yesus tak menerima doa orang-orang yang tangannya bersimbah darah, tanpa menyebut nama siapa pun.
Kemudian pada 12 April lalu, Trump membalas pernyataan Paus Leo dan menyebut Paus Leo tak akan bisa berada di posisi tersebut jika politikus Republik ini tak jadi Presiden.
Trump lantas menegaskan AS tak butuh Paus yang mengkritik kepala negara dan kebijakannya, termasuk serangan ke Iran.
Kemudian pada 14 April, Paus Leo kembali menyerukan Tuhan tak suka orang-orang yang menyebabkan kekerasan dan kerusakan.
Namun, Pau Leo tidak menyebut secara rinci pelaku perang yang dimaksud, dan hanya menggambarkan secara umum bahwa Tuhan sedih perang di dunia ini masih berkobar.
"Hati Tuhan terkoyak karena perang, kekerasan, ketidakadilan, dan kebohongan. Tetapi hati Bapa kita tidak bersama orang-orang jahat, orang-orang yang sombong, atau orang-orang yang angkuh," ungkap Paus Leo.
--- Guche Montero
Komentar