PENDIDIKAN Belajar Moderasi Beragama Ala Mahasiswa Universitas Ciputra 02 Oct 2023 20:41
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Ciputra untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang beragamnya agama yang ada di Indonesia.
SURABAYA, IndonesiaSatu.co -- Sejumlah 29 mahasiswa dari berbagai latar belakang agama berkumpul di Gereja Paroki St. Yakobus Citraland Surabaya pada pukul 14.00 WIB. Mereka hadir untuk mengikuti salah satu sesi kuliah Agama yang unik yang diadakan oleh Universitas Ciputra.
Dalam kunjungan ini, mahasiswa yang berasal dari latar belakang agama yang berbeda, seperti Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan Konghucu, diberikan kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang Gereja Katolik dan berinteraksi dengan keberagaman agama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Ciputra untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang beragamnya agama yang ada di Indonesia.
Tujuannya adalah untuk membuka cakrawala pemahaman antaragama dan memperkuat moderasi beragama di kalangan mahasiswa.
Dalam suasana yang penuh dengan rasa hormat dan kekaguman terhadap bangunan gereja yang indah, para mahasiswa duduk di dalam ruangan gereja yang tenang.
Mereka siap mendengarkan penjelasan langsung tentang Gereja Katolik dari John Sinartha Wolo, S.Fil.,M.Hum., seorang dosen Agama di Universitas Ciputra dan koordinator mata kuliah Agama.
“Di Universitas Ciputra, mahasiswa tidak dibagi dalam agamanya masing-masing saat kuliah agama,” kata John.
“Dalam satu kelas agama, mahasiswanya bisa beragam latar belakang agama. Ini merupakan bagian dari pengenalan moderasi beragama.”
John kemudian memulai sesi kuliah dengan menjelaskan hal-hal unik yang berkaitan dengan Gereja Katolik.
Ia juga memberikan wawasan tentang pentingnya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan agama dalam masyarakat Indonesia yang multikultural.
Mahasiswa sangat antusias dengan model perkuliahan seperti ini. Mereka memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan berbagi pandangan mereka tentang agama.
Ada momen yang sangat berharga ketika mahasiswa berbagi pengalaman mereka tentang agama dan bagaimana keberagaman agama memengaruhi pandangan hidup mereka.
Salah satu mahasiswi, Joya, yang beragama Islam, mengatakan, “Saya sangat senang bisa datang ke gereja dan belajar tentang agama Katolik. Ini membuka pikiran saya tentang beragamnya agama dan budaya di Indonesia.”
Kunjungan ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang Gereja Katolik, tetapi juga memperkuat hubungan antaragama di kalangan mahasiswa.
Perbedaan agama tidak lagi menjadi hal yang memisahkan, tetapi menjadi alat untuk memahami dan menghargai satu sama lain. Ini adalah langkah positif dalam membangun moderasi beragama di tengah masyarakat yang beragam.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan yang inklusif dan mendukung keberagaman dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan harmoni antaragama dan pemahaman yang lebih baik di Indonesia.
Universitas Ciputra telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang mendewasakan iman dan membuka jalan menuju perdamaian antaragama.
Kunjungan ke Gereja Paroki St. Yakobus Citraland Surabaya ini merupakan kunjungan pertama dalam perkuliahan Agama. Ke depan, mahasiswa akan diajak untuk berkenalan dan kuliah di rumah ibadat agama lain. ***
--- Simon Leya
Komentar