Breaking News

INTERNASIONAL Iran Tanggapi Proposal Terbaru AS untuk Akhiri Perang 18 May 2026 21:58

Article image
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei. (Foto: DPA)
Kemlu Iran: Komunikasi antara Teheran dan Washington akan "terus berlanjut melalui mediator Pakistan” untuk mencapai titik kesepakatan antara kedua belah pihak.

 TEHERAN, IndonesiaSatu.co Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan otoritas Teheran telah menanggapi proposal baru Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang.

Dilansir DPA, Senin (18/5/2026), tanggapan Iran telah disampaikan kepada pihak AS melalui komunikasi diplomatik yang masih terus berlanjut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei menyatakan, Iran menilai tuntutan Washington dalam proposalnya sebagai hal yang “berlebihan”.

"Seperti yang kami umumkan kemarin, kekhawatiran kami (perihal proposal) telah disampaikan kepada pihak Amerika," ujar Baqaei kepada media seperti dikutip dari DPA, Senin (18/5/2026).

Baqaei memastikan komunikasi antara Iran dan AS akan "terus berlanjut melalui mediator Pakistan” untuk mencapai titik kesepakatan antara kedua belah pihak.

Ia membela tuntutan Iran, termasuk pembebasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri dan pencabutan sanksi yang telah lama berlaku.

“Poin-poin yang dikemukakan merupakan tuntutan Iran yang telah diperjuangkan dengan tegas oleh tim negosiator Iran di setiap putaran perundingan,” imbuhnya.

Selain itu, Baqaei juga mempertahankan tuntutan Iran agar AS membayar ganti rugi perang, dengan menyebut konflik tersebut dimulai oleh AS secara “ilegal dan tidak berdasar”.

Terkait ancaman baru yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump, Baqaei mengatakan Teheran sepenuhnya siap terhadap segala kemungkinan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan peringatan baru kepada Iran pada Minggu (17/5/2026). Menurutnya, Iran harus segera bergerak menuju kesepakatan perdamaian atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka.

Washington juga telah mengajukan lima poin tuntutan di antaranya agar Iran hanya mempertahankan satu situs nuklir yang beroperasi dan melakukan transfer persediaan uranium yang diperkaya tinggi ke AS.

Washington juga menolak untuk melepaskan aset Iran yang dibekukan atau membayar ganti rugi atas kerusakan perang.

Dalam proposal sebelumnya, Iran menyerukan diakhirinya perang di semua lini, termasuk serangan Israel di Lebanon, serta penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran. Proposal itu juga menyerukan pencabutan semua sanksi AS terhadap Iran dan pembebasan aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri.

--- Aprilio G.