Breaking News

INTERNASIONAL WHO Pastikan Hanya 10 Kasus Hantavirus di Seluruh Dunia, Tingkat Penularan Rendah 16 May 2026 18:03

Article image
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Reuters))
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa risiko penularan bagi populasi global berada pada level rendah.

JENEWA, IndonesiaSatu.co -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan konfirmasi bahwa saat ini terdapat 10 kasus hantavirus di seluruh dunia.

Disitir dari Reuters, Sabtu (16/5/2026), hal itu dikemukakan Maria Van Kerkhove, Direktur Departemen Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, pada Jumat (15/5/2026).

Angka tersebut turun dari 11 kasus yang dilaporkan sebelumnya, setelah satu orang yang diduga terinfeksi hantavirus dipastikan negatif.

Kerkhove mengatakan bahwa jumlah sebelumnya termasuk satu individu yang hasil tesnya tidak meyakinkan.

“Kami telah menerima konfirmasi lebih lanjut dari Amerika Serikat bahwa orang tersebut negatif,” ungkap Kerkhove seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (16/5/2026).

WHO menyebutkan, delapan kasus telah dikonfirmasi melalui laboratorium, sementara dua kasus diklasifikasikan sebagai kemungkinan.

Seperti diberitakan, tiga orang telah meninggal sejak wabah menyebar di MV Hondius, kapal pesiar mewah Belanda yang berangkat dari Argentina untuk ekspedisi kutub. Kapten dan 26 awak kapal tetap berada di atas kapal dan terus dipantau.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan kembali bahwa risiko penularan bagi populasi global berada pada level rendah. Tedros mengonfirmasi bahwa saat ini tidak ada individu yang menunjukkan gejala di atas kapal.

Namun, karena masa inkubasi yang panjang, sekitar enam minggu, Tedros memperingatkan bahwa "lebih banyak kasus mungkin akan dilaporkan dalam beberapa hari mendatang seiring kembalinya penumpang ke negara mereka".

Ia juga menegaskan, para penumpang akan dikarantina dan diuji di fasilitas khusus atau di rumah.

“Ini tidak berarti wabah meluas tapi menunjukkan bahwa langkah-langkah pengendalian berhasil, pengujian laboratorium sedang berlangsung, dan orang-orang dirawat dengan dukungan dari pemerintah mereka,” ujar Tedros.

Kerkhove mengatakan bahwa jenazah seorang penumpang yang meninggal masih berada di atas kapal, dan WHO sedang bekerja sama dengan kapal tersebut untuk memastikan penanganan jenazahnya yang tepat.

Disebutkan pula, WHO terus bekerja sama dengan para ahli di Argentina, Cile, dan Uruguay untuk memahami wabah dan penyebarannya.

Hantavirus biasanya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi virus Andes, juga dapat menyebar antarmanusia melalui kontak dekat yang berkepanjangan, terutama di lingkungan tertutup.

Gejala yang dialami pasien Hantavirus antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, dan gejala gastrointestinal, seperti mual dan sakit perut, yang muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar.

--- Aprilio G.