INTERNASIONAL Operasi Gabungan AS-Nigeria Tewaskan Pemimpin Senior ISIS Abu Bilal al-Minuki 18 May 2026 10:03
Militer Nigeria menyatakan, al-Minuki merupakan sosok penting yang mengatur berbagai aktivitas ISIS, mulai dari operasi media, perang ekonomi, hingga pengembangan senjata.
ABUJA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Nigeria Bola Tinubu menyatakan pemimpin senior ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) Abu Bilal al-Minuki alias Abu-Mainok tewas bersama sejumlah perwiranya dalam operasi gabungan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Nigeria di kawasan pemukiman sekitar Danau Chad, Nigeria, Sabtu (16/5/2026) dini hari.
Disitir dari DPA, Minggu (17/5/2026), Mainok yang disebut sebagai orang nomor dua dalam struktur kepemimpinan ISIS, di kediamannya Negara Bagian Borno, wilayah timur laut Nigeria.
Wilayah Borno selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas kelompok bersenjata Boko Haram dan kelompok pecahannya, ISWAP, yang berafiliasi dengan ISIS di Provinsi Afrika Barat.
Militer Nigeria menyebut operasi tersebut sebagai “operasi udara-darat presisi yang direncanakan dengan cermat dan sangat kompleks”.
Disebutkan, sebelum berbaiat kepada ISIS pada 2015 al-Minuki merupakan salah satu tokoh penting Boko Haram.
Militer Nigeria menyatakan, al-Minuki merupakan sosok penting yang mengatur berbagai aktivitas ISIS, mulai dari operasi media, perang ekonomi, hingga pengembangan senjata.
“Kematiannya menghilangkan simpul penting yang digunakan ISIS untuk mengoordinasikan dan mengarahkan operasi di berbagai wilayah dunia,” demikian pernyataan militer Nigeria seperti dikutip dari DPA, Minggu (17/5/2026).
Al-Minuki juga dilaporkan mengawasi operasi ISIS di kawasan Sahel dan Afrika Barat, termasuk serangan terhadap komunitas minoritas etnis dan agama.
Ia juga dikaitkan dengan penculikan lebih dari 100 siswi di Dapchi, Negara Bagian Yobe, pada 2018.
Mantan Direktur Departemen Layanan Negara Nigeria, Dennis Amachree, menilai kematian al-Minuki akan menimbulkan kekosongan besar dalam struktur kepemimpinan dan pendanaan ISIS, terutama di wilayah Afrika Barat.
“Perkirakan akan terjadi gesekan internal terkait suksesi karena dia mengelola aliran pendanaan global dan operasi eksternal; kemampuan grup untuk memindahkan dana lintas batas, memperoleh teknologi drone canggih, dan berkoordinasi dengan unit administrasi di luar Afrika Barat akan menghadapi gesekan langsung,” ungkap Amachree.
--- Aprilio G.