Breaking News

EKONOMI Protes Prabowo, PDI Perjuangan: Kenaikan Dolar AS Punya Dampak di Desa 18 May 2026 15:52

Article image
Ketua Dewan Kehormatan PDIP Komarudin Watubun. (Foto: Ist)
Komarudin Watubun mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut warga desa tidak menggunakan dolar AS di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Ketua Dewan Kehormatan PDI Perjuangan Komarudin Watubun dan anggota DPR RI Komarudin Watubun mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut warga desa tidak menggunakan dolar AS di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

Pernyataan tersebut sebelumnya memicu respons dari PDI Perjuangan (PDIP) yang menegaskan bahwa masyarakat di pedesaan tetap akan merasakan dampak kondisi ekonomi nasional, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah.

Komarudin menjelaskan bahwa meskipun warga desa bertransaksi menggunakan rupiah, dampak ekonomi global tetap terasa dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan kepada wartawan di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

“Ya kalau dalam konteks orang desa itu menggunakan rupiah, ya (tidak pakai). Tapi dalam konteks ekonomi kehidupan mereka ya ada pengaruhnya. Karena itu saya kira di masalah ekonomi, masalah dasar itu orang kampung juga pasti mengerti itu,” kata Komarudin Watubun.

Komarudin juga menyoroti bahwa pelemahan rupiah dapat berdampak pada harga komoditas impor seperti BBM, pupuk, gandum, serta produk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, kenaikan biaya impor pada akhirnya akan memicu kenaikan harga barang di tingkat konsumen.

“Karena dengan nilai rupiah anjlok seperti ini, ya kan, berpengaruh kepada harga barang akan naik. Karena barang impor, termasuk BBM, pupuk, elektronik, gandum itu… pasti harga akan naik kan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pernyataan Presiden perlu melihat konteks yang lebih luas, karena saat ini bahkan desa-desa sudah terhubung dengan aktivitas ekonomi yang terkait ekspor-impor.

“Jadi, ya kalau Presiden ngomong dalam konteks penggunaan alat tukar ya rupiah di desa ya, tapi jangan lupa loh dia sekarang desa-desa itu banyak juga melakukan transaksi ekspor-impor yang tetap juga berpengaruh itu,” lanjutnya.

Komarudin menilai pernyataan tersebut kurang tepat karena dampak pelemahan rupiah menjalar ke berbagai sektor dan memengaruhi stabilitas harga. Ia menekankan pentingnya pemerintah menjaga stabilitas harga agar tidak menekan daya beli masyarakat.

“Bukan kurang tepat, tidak tepat, karena itu sangat berpengaruh kepada sektor-sektor lain… kalau harga barang naik, pendapatan rakyat tetap juga seperti begitu pasti berdampak,” tegasnya.

Meski begitu, Komarudin menilai pernyataan Presiden kemungkinan dimaksudkan untuk memberi harapan kepada masyarakat, namun menurutnya masyarakat saat ini sudah lebih mudah mengakses informasi dan memahami kondisi ekonomi secara luas.

--- Redem Kono

Komentar