Breaking News

PENDIDIKAN Guru SDK Wololele B Siap Terapkan 7 Jurus Bimbingan Konseling di Sekolah 06 Jun 2026 21:07

Article image
Para Guru SDK Wololele B siap menerapkan 7 Jurus Bimbingan Konseling di Sekolah. (Foto: Dok. AD)
Aurelius mengatakan bahwa menjadi guru BK bukan semata soal profesi, tetapi terutama panggilan hati untuk menuntun jiwa dan masa depan anak-anak.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Para guru dan tenaga pendidikan di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Wololele B, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), siap menerapkan 7 jurus Bimbingan Konseling (BK) usai mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) selama dua hari, sejak Jumat-Sabtu (5-6/6/2026).

Kegiatan edukatif memanfaatkan Hari Belajar Guru (HGB) ini mengangkat tema "Bersama Bimbingan Konseling Ciptakan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Membahagiakan."

Materi bimtek dipandu oleh praktisi pendidikan, fasilitator nasional, dan pemerhati layanan BK, Drs. Aurelius G. V. Dorelagu, yang sebelumnya telah mengikuti Bimtek Fasilitator BK yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen di Jakarta.

Dalam arahannya, Aurelius mengatakan bahwa menjadi guru BK bukan semata soal profesi, tetapi terutama panggilan hati untuk menuntun jiwa dan masa depan anak-anak.

Selanjutnya dalam paparan materi, Aurelius menjelaskan 7 jurus Bimbingan Konseling yang dapat membuat guru hebat, siswa bermartabat, sekolah berkualitas;

Pertama, kenali potensi diri (assesment minat dan bakat)

Pada fase ini, guru membantu siswa untuk memahami kemampuan dan kecenderungan unik sejak dini, mempermudah pengembangan diri serta motivasi belajar.

Kedua, kelola emosi (pembelajaran sosial emosional)

Pada fase ini guru mengajarkan, mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi secara sehat, serta membantu siswa untuk lebih tenang dan empatik.

Ketiga, tumbuhkan resiliensi (daya penting)

Pada fase ini guru perlu membangun ketangguhan mental agar siswa mampu bangkit dari kesulitan, tidak mudah menyerah, dan melihat kegagalan sebagai pelajaran.

Keempat, jaga konsistensi (kebiasaan ber kesadaran)

Pada fase ini guru dan siswa perlu menanamkan kebiasaan positif melalui mindfulness (kesadaran diri) dan disiplin yang konsisten setiap hari.

Kelima, jalin koneksi (komunikasi empatik)

Pada fase ini perlu diciptakan hubungan yang hangat antara guru dan siswa, saling mendengarkan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang saling mendukung.

Keenam, bangun kolaborasi (kerja sama multi-pihak)

Pada fase di ditekankan pentingnya sinergi antara guru kelas, guru BK, dan orang tua dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

Ketujuh, menata situasi (lingkungan kondusif)

Pada fase ini guru mengatur lingkungan fisik dan sosial sekolah agar aman, nyaman, dan menggembirakan untuk proses belajar-mengajar.

Selanjutnya, pada bagian diseminasi 7 jurus BK, Aurelius menekankan bahwa semua itu akan mengarah pada tujuan utama yakni siswa bahagia, guru berdaya, dan Sekolah jaya.

"Metode yang akan digunakan untuk mengimplementasikan hal ini yakni Aktivitas-Refkleksi-Konseptualisasi-Aplikasi (ARKA)," tandas Aurelius.

Usai mengikuti bimtek, Ibu Yulita Klara Mbadhi, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi guru, sekolah, dan terutama siswa.

"Jika 7 jurus BK ini sungguh-sungguh diterapkan di sekolah, maka siswa akan selalu merasa aman, nyaman, dan bahagia. Maka perlu dukungan dari orang tua murid," kata ibu Yuli.

--- Guche Montero

Komentar