Breaking News

MEGAPOLITAN Dokter PPDS Ditemukan Meninggal di Semak Belukar, Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Awal 14 Jul 2026 21:52

Article image
Polisi sedang mengevakuasi jenasah korban. (Foto: CatatanRiau.com)
Dari hasil pemeriksaan, korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri keluar dari area RSUD melalui pintu depan Pos Security II menuju arah luar rumah sakit.

Riau, IndonesiaSatu.co-- Seorang dokter berinisial AKL (30) Warga Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku ditemukan meninggal dunia di semak belukar samping pagar luar RSUD Tengku Rafian, Selasa (14/7) siang.

Korban disebutkan tengah menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak.

AKP Raja Kosmos Parmulais, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak, lewat pesan WhatsApp kepada wartawan menjelaskan jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB setelah dua petugas keamanan rumah sakit bersama seorang sopir ambulans melakukan penyisiran di area semak belukar.

Penyisiran dilakukan karena lokasi tersebut merupakan titik terakhir keberadaan korban berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) rumah sakit.

"Korban sebelumnya dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB," jelas Kosmos.

Korban pertama kali dinyatakan hilang setelah istrinya, dr. YM (31), yang juga bertugas dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian, tidak berhasil menghubungi telepon genggam suaminya karena dalam keadaan tidak aktif.

Merasa khawatir, sang istri kemudian mencari korban di lingkungan rumah sakit dan menanyakan keberadaannya kepada rekan-rekan sejawat. Namun, tidak ada yang mengetahui keberadaan korban.

Pihak rumah sakit kemudian memeriksa rekaman CCTV. Dari hasil pemeriksaan, korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri keluar dari area RSUD melalui pintu depan Pos Security II menuju arah luar rumah sakit.

Karena hingga Selasa pagi korban belum ditemukan, tiga orang saksi berinisiatif melakukan penyisiran di area semak di luar pagar rumah sakit. Seorang petugas keamanan memanjat pagar pembatas dan melihat tubuh korban dalam posisi telentang di tengah semak belukar.

Jasad korban ditemukan sekitar lima meter dari pagar pembatas rumah sakit atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sebuah tas sandang hitam yang diduga milik korban. Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan meliputi tas sandang berisi sejumlah alat medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas (ID Card) RSUD Tengku Rafian atas nama korban.

AKP Raja Kosmos Parmulais menegaskan bahwa penyebab kematian korban hingga kini masih dalam penyelidikan.

"Kami masih menyelidiki penyebab meninggalnya korban. Jenazah telah dievakuasi dan akan dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara di Pekanbaru. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Semua kemungkinan masih kami dalami berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik," tegas Kosmos.

Menurut keterangan awal dari pihak keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun persoalan rumah tangga. Polisi menyatakan hasil autopsi dan penyelidikan forensik akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian dokter residen tersebut.*

--- Hendrik Penu

Komentar