FILM Julianne Moore Gaungkan Kekuatan Perempuan di Kering Women in Motion Awards 2026 18 May 2026 20:39
Meraih penghargaan tertinggi di Cannes, aktris peraih Oscar ini mengecam asumsi budaya barat yang sering mengecilkan kompleksitas cerita tentang perempuan
JAKARTA IndonesiaSatu.co – Aktris legendaris pemenang piala Oscar dan Emmy, Julianne Moore, sukses memukau panggung gala Kering Women in Motion Awards 2026. Dalam pidato penerimaan penghargaannya yang berapi-api, Moore menyuarakan urgensi bagi industri sinema global untuk memperbanyak produksi film yang berfokus pada sudut pandang perempuan (female POV).
Penghargaan yang diinisiasi oleh grup luks Kering bekerja sama dengan Festival Film Cannes sejak tahun 2015 ini didedikasikan untuk merayakan bagaimana dunia sinema dapat mendorong kemajuan peran perempuan di masyarakat.
Kritik Tajam Terhadap Asumsi Standar Budaya AS
Saat melangkah ke podium di Place de la Castre, Cannes, pada 17 Mei 2026 malam waktu setempat, Julianne Moore secara terbuka menyatakan kecintaannya yang mendalam terhadap sesama aktris sebelum membongkar bias patriarki yang masih mengakar kuat di industri film Amerika Serikat:
"Saya benar-benar mencintai aktris. Ada sebuah asumsi budaya, khususnya di Amerika Serikat, bahwa cerita tentang perempuan itu kurang menarik, lebih kecil, atau jika kita berada di pusat narasi, kita harus digambarkan sangat kuat, harus mencapai sesuatu yang hebat, atau melakukan sesuatu yang maskulin agar orang-orang—terutama pria—mau menonton kita. Dan saya pikir itu sama sekali tidak benar," tegas Moore.
Menurut bintang film Still Alice ini, asumsi tersebut sepenuhnya mengabaikan apa yang sebenarnya ingin ditonton oleh audiens perempuan. Moore memaparkan bagaimana ia memprioritaskan dan mengelilingi kehidupan sehari-harinya dengan energi perempuan—mulai dari membaca buku tentang perempuan, memiliki tim perwakilan (agen dan manajer) yang semuanya perempuan, hingga memberikan pesan aman kepada anak-anaknya untuk selalu mencari pertolongan kepada sosok wanita dewasa jika tersesat.
Menyoroti Angka Invisibilitas Perempuan di Sinema
Moore menggarisbawahi data statistik industri perfilman AS sepanjang tahun 2025 yang dinilainya masih sangat timpang dan memprihatinkan bagi masa depan pekerja seni perempuan:
- Representasi Peran: Hanya 37,1% dari total peran dalam film yang dimainkan oleh perempuan.
- Sutradara Perempuan: Hanya ada 9 sutradara perempuan dari total 111 sutradara yang berhasil menakhodai film-film dengan pendapatan tertinggi (top-grossing films) di Amerika Serikat.
"Kita membutuhkan lebih banyak suara perempuan di industri kita—lebih banyak penulis, lebih banyak sutradara, dan lebih banyak aktris untuk membawa visi tersebut maju ke depan," cetus Moore mengakhiri seruannya.
Penghargaan Bakat Muda untuk Sutradara Italia
Selain Julianne Moore, panggung gala malam itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada sineas naik daun asal Italia, Margherita Spampinato, yang dianugerahi penghargaan Emerging Talent Award atas film fitur pertamanya yang bertajuk 'Gioia Mia'.
Penghargaan ini disertai dengan dana hibah sebesar €50.000 (sekitar Rp865 juta) yang didanai oleh Kering Group untuk mendukung penuh pembuatan film fitur keduanya di masa depan.
"Penghargaan ini sangat menggerakkan hati saya karena mendukung kreativitas dan kebebasan suara-suara perempuan baru di dunia seni global. Perpaduan talenta dan dukungan finansial adalah tonggak sejarah yang mulai dicapai perempuan hari ini, terlepas dari ketimpangan yang masih ada," ujar Spampinato dalam pidatonya.
Malam Glamor Bertabur Bintang Global
Acara makan malam formal dasi hitam (black-tie gala) ini dihadiri oleh jajaran petinggi industri dan selebriti papan atas dunia, termasuk Presiden Cannes Iris Knobloch, Direktur Cannes Thierry Frémaux, Demi Moore, Salma Hayek, Halsey, Sebastian Stan, Rami Malek, hingga sutradara visioner Park Chan-wook dan anggota juri kompetisi Cannes seperti Chloé Zhao dan Stellan Skarsgård.
--- Stella Josephine
Komentar