ENERGI Berlakukan WFH dan Pembatasan Mobilitas, Ini Potensi Penghematan BBM 31 Mar 2026 21:42
pemerintah juga membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50% dan mendorong penggunaan transportasi publik dan membatasi kunjungan ke luar negeri hingga 70%.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Pemerintah menargetkan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melalui penerapan kebijakan work from home (WFH) dan pembatasan mobilitas yang mulai berlaku pada 1 April 2026 besok.
“Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi BBM. Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp59 triliun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026).
Kebijakan tersebut didorong oleh penerapan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) selama satu hari dalam sepekan, dan himbauan kepada sektor swasta untuk menerapkan pola kerja serupa.
Selain itu, pemerintah juga membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50% dan mendorong penggunaan transportasi publik dan membatasi kunjungan ke luar negeri hingga 70%.
Airlangga mengatakan, langkah ini diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika global, dan langkah bagi perbaikan budaya ke depan.
Namun, katanya, kebijakan ini akan berlaku sejak 1 April 2026 dan akan dievaluasi dalam waktu 2 bulan ke depan.
“Situasi ini bukanlah hambatan, melainkan momentum bagi kita untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku yang modern dan efisien,” ujar Airlangga.
Cadangan BBM di Atas Standar Minimum Nasional
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi tidak akan mengalami perubahan atau tetap di harga saat ini (flat) per 1 April 2026. Sementara untuk BBM non-subsidi, pemerintah masih melakukan pembahasan dengan Pertamina.
"Cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimum nasional, baik itu solar, bensin, gas, avtur, hingga LPG," ujar Bahlil dalam acara tersebut.
Bahlil mengatakan, dengan implementasi kebijakan B50 dan beroperasinya proyek RDMP (Refinery Development Master Plan) di Kalimantan Timur, Indonesia diprediksi akan mengalami surplus Solar pada tahun ini. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat pertahanan ekonomi nasional dari fluktuasi harga minyak mentah dunia yang dinamis.
Karena itu, Bahlil mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Ia mengingatkan agar masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan tidak terpengaruh oleh informasi selain dari sumber resmi dari pemerintah.
"Saya ini mantan sopir angkot. Saya mengajak masyarakat, dalam kondisi seperti ini pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Beli BBM dengan wajar dan bijak. Kalau isi mobil satu hari 50 liter itu tangki sudah penuh, itu sudah cukup," ujar Bahlil.
Bahlil mengatakan bahwa pemerintah memastikan bahwa stok BBM masih dalam kondisi aman. *
--- F. Hardiman
Komentar