Breaking News

NASIONAL Bertemu Kakak Asuh, Listyo Sebut Bangun Sinergitas Untuk Hukum Yang Adil Bagi Masyarakat 14 Jul 2026 16:21

Article image
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo bersama wakapolri dan jajarannya menyambangi Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan pada Senin, 13 Juli 2026. (Foto: KompasTV)
Dan sebenarnya ini adalah bukan program baru, ini program lama. Teman-teman jangan berpikir kami ini rival, tidak! kami sejak dulu, kami sudah mengenal secara pribadi, kemudian kami sama-sama, saya jadi jaksa agung beliau jadi kapolri.

Jakarta, IndonesiaSatu.co-- Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Listyo Sigit Prabowo bersama wakapolri dan jajarannya menyambangi Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan pada Senin, 13 Juli 2026.

Pertemuan tersebut sebagai penegasan bahwa dua institusi negara itu baik-baik saja, usai pengeledahan di beberapa titik oleh Kapolda Metro Jaya yang menyebabkan Jampidsus, Febrie Adriansyah.Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung mengundurkan diri dan ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagai tuan rumah, ST Burhanuddin menyampaikan salam kepada para wartawan dan semua yang hadir serta menjelaskan agenda pertemuan dan hubungan antara Polri dengan Kejaksaan Agung.

"Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, pada sore ini alhamdullilah saya kedatangan sahabat-sahabat saya dari kepolisian. Dan sebenarnya ini adalah bukan program baru, ini program lama yang kemudian dan kami juga, saya sama kapolri, teman-teman jangan berpikir kami ini rival, kami ini versus, tidak. kami sejak dulu, kami sudah mengenal secara pribadi beliau, kemudian kami sama-sama, saya jadi jaksa agung beliau jadi kapolri." jelas Burhanuddinn.

Lanjut Burhanuddin, publik juga jangan berpikir atau mengaitkan dengan kejadian kemarin, ini adalah sulaturahmi yang biasa dilakukan.

"Kemudian, jangan juga berpikir karena ada hal sesuatu kemarin, ini adalah silaturahmi yang biasa kami lakukan dan kami selalu berpikir bagaiman perbaikan kedepan, itulah yang kami bicarakan" tutupnya.

Ketika diberi kesempatan oleh Kejagung, Kapolri, Listyo Sigit Prabowo menyapa para wartawan dan juga menyebut ST Burhanuddinn sebagai kakak asuhnya. Listyo merasa terhormat ketika diterima oleh kejaksaan.

"Yang terhormat, kakak asuh saya, pak Jaksa Agung, pak ST. Burhanudin dan juga seluruh keluarga besar adhyaksa dan juga tentunya pak wakapolri dan seluruh rekan-rekan pejabat utama mabes polri. Alhamdullilah, hari ini kami mendapatkan kehormatan diterima untuk bisa bersilaturhmi dan beraudiensi terkait dengan beberapa hal yang tadi kita bicarakan," sapa mantan Kapolres Surakarata tersebut.

Listyo menegaskan kedepannya dua institusi ini harus memperkuat kemitraan dan tingkatkan sinergitas sebagai satu ikatan didalam criminal justice system

"Kedepan antara kejaksaan dengan kepolisian sebagai satu ikatan aparat penegak hukum didalam system criminal justice system. ini tentunya terus kita perkuat, perkokoh, apalagi kita juga punya Kuhap baru yang tentunya ini juga sama-sama kita sosialisasikan bersama dan bagaimana kedepan tentunya kemitraan yang ada, sinergitas yang ada, akan terus kita perkuat dan kita tingkatkan," tegasnya.

Mantan ajudan Presiden RI Joko Widodo (2014–2016) tersebut mengatakan bahwa ada rencana tukar pendidikan antara jaksa dan polri khususnya dibidang penyidik.

"Tadi ada rencana untuk meningkatkan program kemitraan tukar menukar pendidikan antara jaksa dan polri khususnya penyidik sehingga kemudian didalam setiap langkah koordinasi khususnya dalam ikatan criminal justice system tentunya semuanya bisa menjadi lebih baik dan tentunya apa yang kita lakukan semua ini tentunya untuk terus memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan dibidang hukum disatu sisi dengan sinergitas dan kolaborasi kemitraan antara dua institusi kejaksaan dan kepolisian ini tentunya diharapkan oleh masyarakat-masyarakat yang membutuhkan pelayan dibidang hukum untuk betul-betul cukup bisa diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dan baik dari sisi kepastian hukum maupun hukum yang berkeadilan," ujar Listyo.

Mantan Kapolda Banten itu mengungkapkan bahwa kejaksaan dan kepolisian adalah keluarga besar.
"Yang jelas kejaksaan dan kepolisian adalah keluarga besar. kita akan terus menjaga agar keluarga besar ini terus terjaga soliditas dan sinergitas yang ada," tutupnya.

Menanggapi soal sinergitas, ST Burhanuddin membeberkan pentingnya sinergitas antara kejaksaan dan kepolisian agar menghasilkan keputusan yang baik terhadap suatu masalah yang diitangani.

"Saya menambahkan begini, adek-adek, sinergitas ini diperlukan karena bagi saya, bagi seorang jaksa itu, hasil penyelidikan yang baik akan menghasilkan penuntutan yang baik. penuntutan yang baik akan menghasilkan putusan yang baik. itu adalah kewajiban keharusan kita bersinergi," tambah Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara tersebut.

Selain itu, pertemuan tersebut menjadi pertanyaan publik, ketika pada hari yang sama Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menghentikan kegiatan pengumpulan data dan keterangan terkait dugaan persoalan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

Penghentian itu berdasarkan surat Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Nomor B-3256/F.2/Fd.2/07/2026 tertanggal 10 Juli 2026 yang ditandatangani Syarief Sulaeman Nahdi.

Dalam surat tersebut, diperintahkan untuk seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) menghentikan kegiatan pengumpulan data dan keterangan terkait pelaksanaan MBG, serta meneruskan instruksi tersebut kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Cabang Kejari di wilayah masing-masing.*

 

--- Hendrik Penu

Komentar