Breaking News

REGIONAL BI Gelontorkan 32,5 Ton Bantuan Korban Gempa NTT, Pastikan Pasokan Rupiah dan Stabilitas Inflasi Regional 01 Sep 2026 12:08

Article image
BI salurkan 32,5 ton bantuan kemanusiaan gempa NTT via jalur udara bersama BNPB & TNI AU. BI juga jamin kecukupan uang Rupiah dan stabilitas inflasi.
JAKARTA. IndonesiaSatu.co - Bank Indonesia (BI) menunjukkan komitmen kepedulian sosial dan tanggung jawab kelembagaannya dengan menyalurkan sebanyak 32,5 ton bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan logistik tersebut ditujukan untuk memulihkan kondisi masyarakat di berbagai titik terdampak, termasuk wilayah Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, serta Kabupaten Nagekeo.

Penyaluran logistik darurat ini dilakukan melalui jalur udara berkat sinergi erat antara Bank Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Pengiriman bantuan didistribusikan secara bertahap dalam tiga gelombang, di mana pemberangkatan bantuan tahap ketiga secara resmi dilepas dari Museum Bank Indonesia, Jakarta, pada Senin (31/8/2026).

Seremoni penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Gozali yang diwakili oleh Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso kepada Pemerintah Provinsi NTT yang diwakili Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi NTT Florida Taty Setyawati. Acara tersebut turut disaksikan oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati serta Paban IV Komsos Staf Teritorial Angkatan Udara Kolonel Pasukan Deni Ramdani.

Pengiriman tahap ketiga mencakup muatan sebanyak 14,3 ton logistik yang berfokus pada peralatan evakuasi dan pendukung pengungsian, seperti tenda, velbed, generator set (genset), obat-obatan tambahan, serta makanan siap saji. Sebelumnya, pengiriman tahap pertama telah diberangkatkan pada 24 Agustus 2026 sebanyak 8,5 ton untuk memenuhi kebutuhan mendesak pascakejadian berupa obat-obatan, air mineral, dan perlengkapan higienitas. Selanjutnya, tahap kedua dikirimkan pada 27 Agustus 2026 sebanyak 9,7 ton yang difokuskan pada bahan pangan pokok.

Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa komitmen Bank Indonesia tidak berhenti pada fase tanggap darurat semata. Ke depan, Bank Indonesia akan terus melanjutkan dukungan melalui program pemulihan pascabencana serta pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Langkah berkelanjutan ini merupakan perwujudan mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang mengamanatkan BI untuk menjalankan edukasi serta pemulihan lingkungan demi mendukung penciptaan iklim ekonomi yang kondusif dan penciptaan lapangan kerja di wilayah pascabencana.

Dari pilar tugas utama moneter dan sistem pembayaran, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT memastikan kebutuhan likuiditas perbankan di seluruh wilayah terdampak gempa tetap terpenuhi secara optimal, termasuk melalui optimalisasi kas titipan perbankan. BI juga bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) untuk memastikan ketersediaan uang layak edar hingga ke pulau-pulau yang sulit diakses, seperti Kupang, Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pamana, Pulau Waiwerang, dan Pulau Lamalera.

Guna memitigasi risiko gejolak inflasi daerah pascabencana, Bank Indonesia terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah setempat. Strategi pengendalian inflasi difokuskan pada upaya menjaga ketahanan pasokan komoditas pangan strategis serta kelancaran rantai distribusi barang agar harga-harga kebutuhan pokok di lapangan tetap stabil. Seluruh rangkaian sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat NTT pascabencana. ***

--- Sandy Javia

Komentar