Breaking News

INTERNASIONAL Bloomberg: Presiden Jokowi Terbaik di Asia-Australia 2016 02 Jan 2017 06:56

Article image
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist)
Presiden Joko Widodo mencatatkan prestasi sebagai satu-satunya pemimpin negara di Asia-Australia yang memiliki nilai positif dari setiap aspek yang dinilai.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Bloomberg menobatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemimpin terbaik dan paling unggul di antara para pemimpin Asia-Australia sepanjang tahun 2016, Sabtu (31/12/2016).

Penobatan Bloomberg kepada Jokowi dilakukan setelah melakukan pendataan dan analisis terhadap delapan pemimpin Asia-Australia yakni Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull.

Menurut Bloomberg, Presiden Joko Widodo mencatatkan prestasi sebagai satu-satunya pemimpin negara di Asia-Australia yang memiliki nilai positif dari setiap aspek yang dinilai, yaitu menggenjot kenaikan nilai tukar (2,41 persen), menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif (5,02 persen skala tahun ke tahun) dan tingkat penerimaan publik yang tinggi (69 persen).

Blooomberg menunjukkan dari kedelapan pemimpin Asia-Australia  tersebut, terdapat pemimpin yang sangat tinggi di bidang lainnya, tetapi menurun di kategori lainnya.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memiliki rating penerimaan publik paling tinggi 83 persen, dan mendapatkan nilai 7,1 persen terkait upaya menjaga pertumbuhan ekonomi, namun ia mengalami penurunan nilai tukar mata uang Peso yang menurun drastis 5, 29 persen.

Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye berada di paling bawah peringkat pemimpin Asia-Australia karena memiliki nilai yang terendah di setiap aspek. Data menunjukkan bahwa dalam pemerintahan Park Geun-Hye, nilai tukar Won menurun sebesar 2 persen, pertumbuhan ekonomi yang hanya di angka 2,87 persen, dan tingkat penerimaan publik atas dirinya hanya sebesar 4 persen. Ini mengakibatkan kuatnya desakan agar ia segera mengundurkan diri. 

--- Redem Kono

Komentar