Breaking News

INTERNASIONAL Kanselir Merz Kritik Presiden Trump, Pentagon Resmi Tarik 5000 Tentara AS dari Jerman 02 May 2026 14:04

Article image
Sebuah pesawat angkut AS tipe Globemaster C-17 terbang setelah lepas landas dari pangkalan udara AS di Ramstein, Jerman. (Foto: DPA/DW)
Kanselir Merz membandingkan perang di Iran dengan kekacauan militer sebelumnya ketika AS melakukan invasi ke Irak dan Afghanistan.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co -- Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth telah memerintahkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman dalam waktu enam hingga dua belas bulan ke depan.

Disitir dari Reuters, Sabtu (2/5/2026), Pentagon mengambil keputusan tersebut pada hari Jumat (1/5/2026), hanya beberapa hari setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa Iran mempermalukan AS selama negosiasi tentang pengakhiran perang di Timur Tengah.

"Presiden Trump bereaksi dengan tepat terhadap pernyataan yang kontraproduktif ini," kata seorang pejabat di Pentagon yang tidak disebutkan identitasnya seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengecam sekutu Eropa karena tidak ingin terlibat optimal untuk membantu perang AS-Israel melawan Iran.

Pada Rabu (29/4/2026) Trump menyatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk menarik pasukan dari negara-negara Eropa yang dianggap kurang mendukung, terutama Jerman, Spanyol, dan Italia.

Secara khusus Trump menyerang Kanselir Merz dalam unggahan media sosial lain pada hari Kamis lalu, menyatakan Merz harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk berupaya mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina daripada "mengintervensi mereka yang menyingkirkan ancaman nuklir Iran, sehingga menjadikan dunia, termasuk Jerman, tempat yang lebih aman".

Mayoritas negara yang tergabung dalam Uni Eropa mengkritik serangan AS teradap Iran karena dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Kritik terhadap Trump semakin meluas menyusul guncangan yang ditimbulkan perang terhadap perekonomian global akibat gangguan serius terhadap pasokan energi regional.

Kanselir Merz membandingkan perang di Iran dengan kekacauan militer sebelumnya ketika AS melakukan invasi militer ke Irak dan Afghanistan.

"Saat ini situasinya cukup rumit. Dan ini menghabiskan banyak uang kita. Konflik ini, perang melawan Iran, berdampak langsung pada output ekonomi kita," tegas Merz.

--- Aprilio G.