Breaking News

INTERNASIONAL Buntut Serangan AS, Iran Minta DK PBB Gelar Pertemuan Darurat 24 Jun 2025 15:26

Article image
Buntut Serangan AS, Iran Minta DK PBB Gelar Pertemuan Darurat. (Foto: AFP)
Iravani menyebut bahwa serangan AS merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan maupun dunia internasional.

TEHERAN, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Iran mengajukan permintaan resmi kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengadakan pertemuan darurat. Permintaan ini bertujuan mengutuk serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah fasilitas nuklir utama di Iran pada Minggu (22/6/2025) dini hari.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat dari Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani.

Dalam suratnya, Iravani menyebut bahwa serangan AS merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan maupun dunia internasional.

Iravani mengonfirmasi bahwa serangan AS ke Iran menargetkan tiga lokasi penting, yakni fasilitas nuklir di Fordo, Natanz, dan Isfahan, yang terjadi pada dini hari waktu setempat.

Lebih lanjut, Iravani menuding bahwa serangan itu dilakukan saat lokasi-lokasi tersebut berada di bawah pengawasan penuh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Meski demikian, Iravani tidak menyertakan bukti atas klaim tersebut.

Ketegangan antara Iran dan IAEA diketahui meningkat sejak konflik antara Iran dan Israel kembali mencuat.

Dalam surat itu, Iravani juga menyatakan bahwa tindakan militer AS melanggar Piagam PBB serta Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). 

Ia menegaskan pentingnya pertemuan darurat DK PBB untuk membahas dan mengambil langkah atas pelanggaran hukum internasional tersebut. 

"Iran telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengutuk serangan ini dan memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab tidak akan lolos dari hukuman," tulis Iravani. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya telah melancarkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir utama Iran, yaitu di Natanz, Isfahan, dan Fordo, pada Sabtu (21/6/2025).

Melalui unggahannya di platform Truth Social, Trump mengeklaim bahwa situs rahasia di Fordo telah hancur akibat serangan tersebut. "Sejumlah muatan penuh bom dijatuhkan di Fordo. Fordo sudah lenyap," tulis Trump, seperti dikutip Reuters. 

Ia juga menyebutkan, enam bom penghancur bunker digunakan dalam serangan di Fordo, sementara 30 rudal Tomahawk ditembakkan ke dua lokasi lainnya. Menanggapi serangan tersebut, Iran langsung melakukan serangan balasan ke Israel.

Militer Iran menargetkan Bandara Internasional Ben Gurion Israel dengan serangan rudal pada hari yang sama.

Menurut laporan kantor berita Fars, serangan dilakukan dalam dua gelombang dan melibatkan 30 rudal.  

“Gelombang ke-20 Operasi True Promise 3 dimulai dengan menggunakan kombinasi rudal berbahan bakar cair dan padat jarak jauh dengan daya hulu ledak yang dahsyat,” ungkap militer Iran dalam pernyataannya.

--- Guche Montero

Komentar