Breaking News

INTERNASIONAL Deeskalasi Timur Tengah: Trump Tangguhkan Serangan, Iran Ajukan Proposal 10 Poin 09 Apr 2026 15:03

Article image
Presiden AS Donald Trump. (Foto: ist)
Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social miliknya mengindikasikan adanya peluang deeskalasi setelah berkomunikasi dengan pemerintah Pakistan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Ketegangan di Timur Tengah menunjukkan sinyal pendinginan yang signifikan setelah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada Selasa (7/4/2026) malam waktu Washington. Pengumuman ini diikuti dengan klaim kemenangan oleh Teheran yang menyebut hampir seluruh tujuan perang mereka telah tercapai.

Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social miliknya mengindikasikan adanya peluang deeskalasi setelah berkomunikasi dengan pemerintah Pakistan. Sebagai bagian dari kesepakatan awal, Trump memutuskan untuk menangguhkan rencana serangan militer terhadap wilayah Iran selama dua minggu, dengan syarat pembukaan penuh dan aman di jalur strategis Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, dalam surat resminya menyatakan bahwa Teheran bersedia menghentikan operasi pertahanan jika serangan terhadap wilayahnya dihentikan. “Selama dua minggu ke depan, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz akan dibuka secara terbatas melalui koordinasi dengan militer Iran,” ujar Araghchi seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (8/4/2026).

Proposal 10 Poin Iran

Dalam upaya mengakhiri konflik, Iran menjabarkan rencana 10 poin kepada Washington. Poin-poin krusial tersebut mencakup tuntutan penarikan pasukan tempur AS dari seluruh pangkalan di wilayah tersebut, kompensasi penuh atas kerusakan pascaperang, serta pencabutan seluruh sanksi primer dan sekunder dari PBB.

Iran juga mendesak pengakuan internasional atas hak Teheran untuk memperkaya uranium dan pelepasan seluruh aset negara yang dibekukan di luar negeri. Seluruh ketentuan ini diminta untuk disahkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB yang bersifat mengikat sebagai jaminan stabilitas jangka panjang.

Kesepakatan ini tidak terlepas dari peran krusial Pakistan sebagai mediator. Iran secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir atas upaya diplomatik mereka dalam meredakan ketegangan di kawasan yang sempat berada di ambang perang besar.

Sinyal pembukaan kembali Selat Hormuz, meski masih terbatas, menjadi angin segar bagi pasar komoditas energi global yang sebelumnya terguncang hebat. Reaksi positif diperkirakan akan terlihat pada pergerakan harga minyak mentah dunia dan indeks saham di berbagai bursa global pada pembukaan perdagangan kuartal II/2026 ini, mengingat kembalinya kepastian jalur logistik energi utama dunia. ***

--- Sandy Javia

Komentar