BERITA Destry Damayanti Resmi Dilantik Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 03 Sep 2026 19:11
Destry menegaskan, sikap dan kebijakan Bank Indonesia saat ini tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-– Destry Damayanti resmi dilantik dan mengambil sumpah jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Sunarto, bertempat di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Pelantikan Destry ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92/P Tahun 2026 tanggal 1 September 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Selain Destry, pada kesempatan yang sama Aida S. Budiman juga mengucapkan sumpah jabatan sebagai Deputi Gubernur Senior BI, sedangkan Solikin M. Juhro dilantik sebagai Deputi Gubernur BI.
Dalam keterangan kepada awak media usai pelantikan, Destry menegaskan komitmen BI untuk tetap mencermati dinamika ekonomi global dalam merumuskan kebijakan domestik.
Destry memastikan kondisi ekonomi global, termasuk fenomena higher for longer, tetap menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan kebijakan moneter Indonesia.
Ia menyebut, berdasarkan assessmen terakhir Bank Central, kondisi higher for longer masih perlu diantisipasi, terutama terkait tingginya imbal hasil (yield) obligasi global, inflasi dan suku bunga di negara-negara maju.
“Ini sesuatu yang pasti akan kami antisipasi pada saat kami membuat kebijakan untuk domestik. Jadi faktor-faktor global itu akan sangat mempengaruhi banyak latar belakang dalam membuat kebijakan domestik. Jadi kita akan tetap memperhatikan itu,” kata Destry.
Destry menegaskan, sikap dan kebijakan Bank Indonesia saat ini tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas.
Menurutnya, stabilitas ekonomi menjadi fondasi penting untuk menciptakan ruang pertumbuhan yang lebih kuat.
"Dalam menjalankan mandat tersebut, BI akan terus menyeimbangkan kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran. Selain itu, perhatian juga diarahkan pada penguatan UMKM, ekonomi dan keuangan syariah, serta pendalaman pasar keuangan," ujarnya.
“Tentunya di kebijakan itu kita akan bermain, mana yang akan lebih pro-stability, mana yang akan lebih pro-growth,” lanjutnya.
Menurutnya, bauran kebijakan menjadi instrumen penting bagi BI dalam merespons berbagai dinamika ekonomi, baik yang berasal dari dalam negeri maupun perkembangan global.
Dalam konteks kebijakan yang bersifat pro-growth, Destry mencontohkan pelaksanaan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diberikan kepada perbankan untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas sistem keuangan dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Jadi kombinasi, atau kami sebutnya bauran kebijakan, itu yang akan tetap menjadi tools bagi kita dalam merumuskan suatu kebijakan,” pungkasnya.
--- Guche Montero
Komentar