BERITA Diduga Alami Penganiayaan, Anggota TNI Yonif TP 834/WM Nagekeo Meninggal Dunia 07 Aug 2025 10:00
Korban sempat menyampaikan kepada seorang dokter di ruang radiologi bahwa dirinya mengalami tindakan kekerasan dari sesama prajurit TNI.
MBAY, IndonesiaSatu.co-- Seorang anggota TNI Angkatan Darat yang bertugas di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM), Kabupaten Nagekeo, NTT, Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), meninggal dunia usai diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah seniornya.
Prada Lucky Namo menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Rabu (6/8/2025).
Korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di ruang ICU RSUD Aeramo, sejak Sabtu (2/8/2025).
Melansir TribunFlores.com, Prada Lucky mengalami kekerasan fisik berat sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Dalam kondisi lemah dan masih sadar, korban sempat menyampaikan kepada seorang dokter di ruang radiologi bahwa dirinya mengalami tindakan kekerasan dari sesama prajurit TNI.
Selain itu, menurut pengakuan salah seorang pihak keluarga yang turut mengurus jenazah, menyampaikan bahwa pada tubuh Prada Lucky Namo tampak sejumlah luka sayatan dan lebam di beberapa bagian tubuh. Juga terdapat luka bakar di bagian lengan dan kaki korban, diduga akibat sundutan rokok.
Hal ini juga diperkuat dengan dokumentasi foto jenazah yang beredar di kalangan internal.
Prada Lucky Namo diketahui merupakan putra dari Sersan Mayor Christian Namo, seorang anggota TNI yang saat ini bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao.
Kabar kematian Prada Lucky Namo dengan dugaan penganiayaan ini menyebar cepat di kalangan masyarakat maupun media sosial. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Batalyon TP 834/WM.
Menurut informasi, Komandan Batalyon TP 834/WM, Letkol Inf Justik Handinata, sedang berada di Kupang.
Sementara itu, Komandan Kompi dari satuan tempat Prada Lucky Namo bertugas, juga belum terlihat hadir di rumah sakit maupun memberi pernyataan resmi.
Rencananya, jenazah akan diberangkatkan ke Kupang menggunakan pesawat untuk proses pemakaman lebih lanjut.
Suasana sedih tampak menyelimuti keluarga, terutama sang ibu yang terus menangis dan bahkan beberapa kali pingsan sehingga harus mendapat penanganan medis.
Sementara itu, ayah korban, Serma Christian Namo, tetap tegar dan berharap para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
--- Guche Montero
Komentar