INTERNASIONAL Diduga Halangi Penyelidikan, Polisi Israel Tangkap Ajudan Senior Netanyahu 11 Jan 2026 20:55
Penahanan Braverman diduga terkait penyelidikan atas kebocoran informasi militer sensitif kepada media asing selama perang Israel-Hamas di Gaza.
TEL AVIV, IndonesiaSatu.co-- Polisi Israel pada Minggu (11/1/2026) menahan ajudan senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait dugaan menghalangi penyelidikan.
Meski tidak menyebutkan identitas secara resmi, sejumlah media Israel melaporkan bahwa sosok tersebut adalah Tzachi Braverman, yang juga ditunjuk sebagai calon Duta Besar Israel untuk Inggris.
“Pagi ini, seorang pejabat senior di kantor perdana menteri ditahan untuk diinterogasi atas dugaan menghalangi penyelidikan,” demikian pernyataan polisi, dikutip dari kantor berita AFP, melansir Kompas.com.
“Tersangka saat ini sedang diinterogasi dengan peringatan,” lanjut pernyataan tersebut.
Penahanan Braverman diduga terkait penyelidikan atas kebocoran informasi militer sensitif kepada media asing selama perang Israel-Hamas di Gaza.
Mantan ajudan Netanyahu, Eli Feldstein, sebelumnya menuduh Braverman berupaya menghalangi penyelidikan atas kebocoran tersebut.
Dalam wawancara dengan stasiun tv publik Israel, KAN, Feldstein mengatakan bahwa Braverman memintanya bertemu segera setelah kebocoran terjadi.
Saat itu, Braverman memberitahunya bahwa militer Israel telah memulai penyelidikan, dan mengklaim bahwa ia bisa menghentikan proses tersebut.
Feldstein juga mengungkapkan, Netanyahu mengetahui kebocoran tersebut dan mendukung penggunaan dokumen rahasia itu sebagai bagian dari strategi menggalang dukungan publik terhadap perang.
Kebocoran itu terjadi pada September 2024, saat Feldstein menyerahkan dokumen rahasia militer Israel kepada tabloid Jerman, Bild.
Isi dokumen tersebut mengklaim bahwa Hamas tidak tertarik melakukan kesepakatan gencatan senjata, serta memperkuat klaim Netanyahu bahwa sandera yang ditangkap kelompok Palestina itu dalam serangan 7 Oktober 2023 silam hanya bisa dibebaskan melalui tekanan militer, bukan negosiasi.
Atas tindakannya tersebut, Feldstein sempat ditangkap dan didakwa.
Terlibat Skandal Lain
Menurut laporan media-media Israel, polisi menggeledah rumah Braverman pada Minggu (11/1/2026).
Feldstein dijadwalkan memberikan keterangan lebih lanjut kepada penyidik pada hari yang sama terkait dugaan keterlibatan Braverman.
Feldstein sendiri juga menjadi tersangka dalam skandal lain yang dikenal sebagai "Qatargate".
Dalam kasus itu, ia dan sejumlah orang dekat Netanyahu, diduga direkrut oleh Qatar untuk membangun citra positif negara Teluk tersebut di mata publik Israel.
Adapun Qatar menjadi basis para pemimpin senior Hamas, dan memainkan peran sebagai mediator dalam konflik Gaza.
Penyelidikan terhadap kasus ini masih berlangsung, dan Feldstein bersama seorang ajudan Netanyahu lainnya sempat ditahan pada akhir Maret 2025 lalu.
Merespons pemeriksaan polisi terhadap Braverman, pemimpin oposisi Yair Lapid menyerukan agar pengangkatan Braverman sebagai Dubes untuk Inggris ditangguhkan.
"Melihat perkembangan baru dalam kasus Qatargate, pengangkatan Tzachi Braverman sebagai duta besar untuk Inggris harus segera ditangguhkan,” tulis Lapid di platform X.
“Tidak dapat diterima bahwa seseorang yang diduga terlibat dalam menghalangi penyelidikan keamanan serius menjadi wajah Israel di salah satu negara terpenting di Eropa,” tegasnya.
Meski demikian, media Israel menyebutkan bahwa Braverman diduga tidak terlibat langsung dalam kasus Qatargate.
--- Guche Montero
Komentar