Breaking News

INTERNASIONAL Matikan Internet, Pemerintah Iran Kendalikan Arus Informasi 13 Jan 2026 10:17

Article image
Gelombang protes di Iran menentang pemerintah. (Foto: Ist)
Pemerintah Iran mematikan internet selama demonstrasi untuk mengendalikan arus informasi. Namun, pemadaman tersebut tidak menyasar ke seluruh negara.

TEHERAN, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Iran mematikan internet selama demonstrasi untuk mengendalikan arus informasi. Namun, pemadaman tersebut tidak menyasar ke seluruh negara.

Para pejabat Iran masih memposting secara daring dan kantor berita yang didukung negara, IRIB, menerbitkan daftar situs yang tidak diblokir dan tersedia untuk umum pada Senin (12/1/2026) pagi.

Daftar tersebut mencakup sejumlah kecil situs seperti mesin pencari domestik, aplikasi peta, situs hiburan, dan kantor berita yang didukung negara.

Filterbaan, sebuah komunitas digital yang berfokus pada Iran, mengatakan di X bahwa meskipun situs-situs dalam daftar tersebut belum diverifikasi secara independen, tetapi dibolehkan karena mendukung pemerintah.

Penguncian internet dimulai pada hari Kamis, (8/1/2026) dan warga Iran yang tinggal di luar negeri mengatakan kepada Sky News bahwa mereka tidak dapat menghubungi anggota keluarga sejak saat itu.

Untuk pertama kalinya, pemerintah Iran juga berhasil mematikan koneksi Starlink.

Starlink, jaringan satelit orbit rendah Bumi yang dioperasikan oleh SpaceX oleh Elon Musk, digunakan selama protes tahun 2022 atas kematian Mahsa Amini untuk menjaga komunikasi tetap berjalan di tengah pemadaman internet.

Meskipun perangkat Starlink tidak dapat didaftarkan di Iran, jaringan tersebut telah digunakan secara teratur di negara itu selama bertahun-tahun.

Pada hari Kamis, penggunaan tersebut menurun, sama seperti penggunaan internet biasa.

Namun, sebuah kelompok yang bekerja untuk mendistribusikan Starlink di seluruh Iran, memposting di X untuk mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan para insinyur perusahaan untuk mengatasi pemblokiran tersebut.

"Status interferensi dan kehilangan paket di Teheran telah meningkat secara signifikan, berkurang dari sekitar 35% menjadi hampir 10%," tulis tim NasNet pada Sabtu (10/1/2026) malam.

"Jika Anda berada di Teheran dan masih menghadapi masalah, pastikan untuk menginstal pembaruan tadi malam. Masalah interferensi adalah permainan kucing dan tikus yang berkelanjutan; oleh karena itu, kondisi dapat berubah lagi atau bahkan memburuk. Meskipun demikian, kami tidak akan menghentikan upaya kami," tambah mereka.

Dimatikannya saluran internet dan komunikasi telepon tidak serta-merta membuat kejadian di Iran hilang. Potongan video dan foto-foto beresolusi rendah mulai beredar di media sosial. 

--- Redem Kono

Komentar