BERITA Dinilai Serang Privasi Romo Benny Soesatyo, PEREKAT Nusantara: Rocky Gerung Provokatif, Bebal dan Fitnah! 25 Nov 2021 12:40
"Inilah politik praktis Rocky Gerung, dkk, yang hidup dari isu-isu remeh-temeh; dari satu isu ke isu yang lain," sorot PEREKET Nusantara.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- "Pernyataan Rocky Gerung, Adhie M. Massardi, dkk, yang menuduh Romo Benny ikut campur masalah Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai tidak tahu batasan mana yang bisa dikritisi dan mana yang tidak, sebagai penilaian tidak berdasarkan fakta, fitnah dan telah menjurus kepada upaya memecah-belah sesama anak bangsa."
Demikian sorotan itu diutarakan forum Pergerakan Advokat Nusantara (PEREKAT Nusantara), dalam keterangan pers kepada media ini, Rabu (24/11/2021).
Forum PEREKAT Nusantara sendiri digagas oleh para Advokat, yakni; Zainal Abidin, Achmad Dilapanga, Daniel T. Masiku, Mansyur Arsyad, Petrus Selestinus, Erick S. Paat, dan Carel Ticualu.
Menurut PEREKAT, Rocky Gerung dan Adhie M Massardi telah menuduh tanpa dasar, tanpa didukung fakta-fakta bahkan memutarbalikan fakta, telah menyerang pribadi Romo Benny secara tidak proporsional, seolah-olah Romo Benny telah merelease komentar negatif tentang MUI melalui chanel YouTube RKN Media.com.
"Terhadap tuduhan yang tidak berdasar dan bersifat mengadu-domba atau memecah-belah antar pribadi dan kelompok, apapun alasannya, ada konsekuensi hukum dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum," demikian PEREKAT.
Karena seluruh konten YouTube RKN Media tanggal 20 November 2021, jelas PEREKAT, merupakan konten YouTube yang seluruhnya berisi komentar dan kritik konstruktif Ketua Setara Institute, Hendardi, terhadap MUI terkait tindakan kepolisian Densus 88 terhadap beberapa terduga teroris, tanpa ada komentar apapun dari Romo Benny.
Provokatif dan Adu-Domba
PEREKAT beranggapan, sikap berlebihan dan mengarah kepada upaya memecah-belah, bahkan mencoba menarik institusi atau organ lain secara tidak bertanggung jawab dalam komentar konstruktif dari Hendardi tentang MUI dan Terorisme, adalah buah dari cara berpikir kerdil, tidak jujur, pengecut dan provokatif dari Rocky Gerung, dkk.
"Rocky Gerung, dkk. mengeksploitasi posisi Romo Benny sebagai minoritas, dianggap sebagai sasaran tembak yang empuk guna memenuhi syahwat politik praktis Rocky Gerung, dkk; seolah-olah Romo Benny mengintervensi persoalan internal MUI. Padahal dalam konten YouTube itu, tidak ada sama sekali nama, wajah ataupun narasi dari Romo Benny," sanggah PEREKAT.
PEREKAT menilai, apa yang diutarakan Rocky Gerung, dkk, merupakan cara pandang yang sesat, dungu dan bebal, tanpa melihat fakta-fakta atau mengabaikan fakta-fakta.
"Rocky Gerung, dkk, hanya melihat Romo Benny sebagai minoritas, dijadikan sasaran tembak untuk melampiaskan nafsu bejat, mengadu-domba Romo Benny dan MUI dengan target yang lebih digdaya dari sekedar masalah hukum dan penegakan hukum murni yang dilakukan Densus 88," sorot PEREKAT Nusantara.
Oleh karena itu, tegas PEREKAT, Rocky Gerung, dkk harus mencabut penilaian yang dungu dan bebal serta meminta maaf kepada Romo Benny dan pihak ketiga lainnya, karena secara error in persona dan salah alamat menuduh Romo Benny, dengan memanipulasi fakta atau memandang remeh fakta-fakta hukum dan fakta sosial yang ada.
Ditegaskan, terkesan Rocky Gerung, dkk, tidak berani mengomentari konten YouTube RKN Media tanggal 20 November 2021, yang seluruhnya berisi komentar konstruktif dari Hendardi tentang MUI dan Terorisme, lalu mencari kambing hitam dengan mendiskreditkan Romo Benny dan pihak lainnya demi target yang lebih besar.
"Inilah politik praktis Rocky Gerung, dkk, yang hidup dari isu-isu remeh-temeh; dari satu isu ke isu yang lain," sorot PEREKET Nusantara.
--- Guche Montero
Komentar