NASIONAL Evakuasi 10 Korban Pembunuhan KKB di Pegunungan Bintang Terhambat Medan Berat 23 May 2026 09:22
Satgas Damai Cartenz 2026 mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.
YAHUKIMO, IndonesiaSatu.co – Di tengah hambatan medan berat, Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz 2026 terus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyelidikan, pengamanan wilayah, evakuasi korban, dan memburu pelaku pembunuhan 10 pendulang emas di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Sepuluh pendulang emas tersebut dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue pimpinan Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka, pada Rabu lalu (20/5/2026).
Dilansir Antara, Sabtu (23/5/2026), lima dari sepuluh pendulang emas yang meninggal dunia telah diidentifikasi. Empat di antaranya merupakan warga Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) dan satu korban lainnya berasal dari Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Kelompok KKB yang melakukan aksi diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dengan persenjataan berupa satu pucuk senjata jenis AR-15 dan beberapa senjata api rakitan.
"Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, Jumat (22/5/2026).
Dijelasnya, lokasi kejadian pembunuhan berada di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, sementara akses menuju lokasi diketahui lebih dekat melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
“Karena kondisi geografis yang berat dan berada di kawasan hutan lebat, proses evakuasi mengunakan metode pembukaan jalur atau babat hutan menuju titik lokasi,”tandasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” imbuh Sianaga.
Ia menegaskan, kawasan tersebut merupakan wilayah hutan lindung yang tidak memiliki aktivitas resmi dan selama ini kerap menjadi lokasi aksi gangguan keamanan oleh KKB.
---Aprilio G.